Akses Air Minum Aman di Indonesia Baru 11%

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 22:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 481 2388146 akses-air-minum-aman-di-indonesia-baru-11-bdmdVTvdmU.jpg Ilustrasi. (Foto: Earthtecling)

STUDI Kualitas Air Minum Rumah Tangga di Indonesia mengungkap, 7 dari 10 Rumah Tangga Indonesia mengonsumsi air minum yang terkontamiasi e-coli. Studi tersebut dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan.

Kepala Puslibtang UKS Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy mengatakan, studi yang dilakukan pada 2020 ini memperlihatkan, 31 persen rumah tangga di Indonesia mengonsumi air isi ulang, 15,9 persen dari sumur gali terlindungi dan 14,1 persen dari sumur bor/pompa.

“SKAMRT 2020 juga memperlihatkan bahwa akses air minum layak mencapai 93 persen di mana 97 persen ada di perkotaan dan 87 persen di pedesaan."

"Sedangkan akses air minum aman hanya 11,9 persen di mana 15 persen di perkotaan dan 8 persen di pedesaan. Akses air minum layak dan aman ini merupakan dua indikator yang berbeda,” jelas Doddy dalam diskusi virtual Diseminasi Hasil Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga Tahun 2020, Kamis (1/4/2021).

 Air

Doddy menambahkan, Kemenkes juga akan mengawal sampai seluruh kabupaten kota untuk dapat melaksanakan pemantauan kualitas air minum. Karena air ini ada pada semua lini kehidupan rumah tangga.

Bahkan di 2021, survailans kualitas air minum di rumah tangga, diharapkan bisa mencapai 50% Kabupaten/Kota, siap memantaus secara mandiri. "Sehingga pada Tahun 2024 ditarget kan adalah 15 % air minum aman dapat kita lampaui,” jelasnya.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang mengatakan, akses air minum yang aman merupakan hak azasi manusia yang harus dipenuhi, dan pemenuhan kualitas air minum yang tidak aman sangat berkorelasi dengan tingginya kejadian penyakit infeksi khususnya, termasuk stunting yang selanjutnya berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Selaras dengan Tujuan Pembangunan RPJMN 2020 – 2024 dan Sustainable Development Goals (SDGs) target 6.1 pencapaian akses air minum yang aman pada tahun 2030 dan terjangkau untuk semua masyarakat Indonesia harus kita capai,” kata Vensya.

Menurut dia, hasil SKAMRT ini dapat digunakan sebagai baseline data kualitas air minum di rumah tangga Indonesia, untuk mendukung tugas semua institusi/pihak yang terlibat dalam melakukan program Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM).

Sebagai tindak lanjutnya akan dilaksanakan Surveilans Kualitas Air Minum rumah tangga yang akan dilaksanakan setiap tahunnya sebagai baseline data kualitas air minum di Kabupaten/Kota.

“Diseminasi hasil ini akan diserahkan ke Bapenas untuk dapat ditindaklanjtui dalam kebijakan dan percepatan capaian tujuan Program Air Minum, baik pusat daerah dan seluruh pelaku pelaksana penyelenggara air minum, mitra dan masyarakat sehingga mendapatkan hasil yang membawa manfaat bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” tutup Vensya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini