Hoax, Bantuan Rp600 Ribu bagi Pemilik e-KTP

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 612 2388104 hoax-bantuan-rp600-ribu-bagi-pemilik-e-ktp-tqiKsFUqHn.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEDIA sosial memang menjadi tempat untuk menjalin komunikasi dengan teman-teman dan juga mencari informasi. Sayangnya, media sosial juga menjadi pusat informasi yang simpang siur.

Nah, kali ini kembali beredar di media sosial Facebook terkait dengan bantuan sosial. Disebutkan bahwa bansos akan diberikan pada pemilik e-KTP sebesar Rp600 ribu.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial, Sonny W Manalu, mengatakan dana BST dari Kementerian Sosial hanya disiapkan sampai April 2021. Dana sebesar total Rp 12 triliun disalurkan setiap bulan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (PKM) selama empat bulan, sejak awal Tahun 2021.

Melansir Covid 19.go.id, berikut pesan yang beredar di Medsos:

Hoax

Izin share, bagi yang sudah memiliki E-KTP sudah bisa mengambil kompensasi gelombang selanjutnya Per Tgl 28 Maret 2021 sebesar Rp600.000 untuk biaya # dirumah aja.


Silakan cek apakah nama anda tercantum, dan cocokkan dengan NIK E-KTP anda melalui link berikut https://bit[dot]ly/2P5sagx

Memang informasi yang sama telah mulai beredar sejak pandemi Covid-19 melanda dan dengan nominal yang berbeda-beda. Karenanya, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi bohong atau hoaks serta apabila mendapatkan informasi mengenai bantuan dari pemerintah, agar dilakukan pengecekan terlebih dahulu ke situs-situs resmi milik pemerintah, atau pun melalui media-media arus utama yang kredibel.

Sebab, berdasarkan UU ITE Pasal 45a ayat 1 menyebutkan “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dipidana dengan pidana penjara enam tahun dan denda paling banyak satu (1) miliar rupiah”.

Dengan demikian informasi yang beredar di Facebook terkait bantuan berupa kompensasi tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten palsu.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini