Menanti Vaksinasi Gotong Royong, Dokter Tirta: Prokes Jangan Kendor

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Sabtu 03 April 2021 09:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 03 481 2388656 menanti-vaksinasi-gotong-royong-dokter-tirta-prokes-jangan-kendor-hh4lSEoUZ8.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PROGRAM vaksinasi Gotong Royong sebentar lagi akan terlaksana. Para pakar kesehatan pun menyambut baik agar bisa membantu percepatan vaksinasi.

Dokter Tirta Mandira Hudhi misalnya, setuju dengan vaksinasi gotong royong, yang menurutnya bisa membantu percepatan vaksinasi.

"Tapi yang penting juga dipastikan vaksinnya bisa diperoleh dengan cepat,” katanya.

 Vaksin

Dokter Tirta mendukung langkah pemerintah untuk mendesak agar pasokan vaksin tetap lancar. Mengingat yang ingin mendapatkan vaksin bukan Indonesia saja, tetapi banyak negara.

“Tapi saya juga memahami langkah produsen vaksin yang lebih mendahulukan kebutuhan negaranya,” ujar pemilik akun Instagram @dr.tirta tersebut.

Meski sudah vaksinasi, kata Dokter Tirta, masyarakat terus diminta untuk menjaga protokol kesehatan. Menjaga jarak atau menghindari kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun/hadsanitizer dan air mengalir – atau dikenal dengan sebutan 3M.

“Kita harus melakukan hidup sehat dengan patuh pada protokol kesehatan”.

Tirta mengambil contoh Australia, yang memiliki kasus Covid-19 jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia. Padahal belum banyak warganya yang divaksin. “Mereka disiplin dengan protokol kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Ari Fahrial Syam mengatakan, jika program vaksin Gotong Royong terlaksana, beban pemerintah untuk memvaksinasi 181,5 juta warga menjadi berkurang.

“Tapi tetap diingatkan bahwa vaksinasi gotong royong tetap harus dipisahkan dengan vaksinasi dari pemerintah,” katanya.

Vaksin tetap harus mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lewat pemberian ijin penggunaan darurat (EUA).

Dia menegaskan agar upaya percepatan vaksinasinya tak boleh kendor. Hingga saat ini, belum semua sasaran sudah divaksinasi.

Sejauh ini, menurut laman covid19.go.id, per 31 Maret 2021,  jumlah orang yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 8.095.717 orang, sedangkan yang sudah menjalani dosis kedua atau dosis lengkap berjumlah 3.709.597 orang. Jika ditotal, jumlah orang yang sudah divaksin sudah menembus angka 11.805.314 orang.

Menurut Dokter Ari, keamanan vaksin Covid-19 tak perlu diragukan lagi. Sebab vaksin tersebut sudah beredar di masyarakat. “Mestinya aman karena vaksin itu sudah mendapat EUA dari BPOM,” tuturnya.

Masyarakat, kata Dokter Ari, juga tak perlu ragu soal keamanan soal vaksin. Lihat saja, sejumlah public figure sudah divaksinasi lebih dulu, seperti Presiden, menteri, para pejabat negara, tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan.

"Mereka tidak mengalami efek samping serius. Masyarakat harus lihat supaya tidak takut divaksin,” ucap dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini