Terlalu Sering Pakai Hand Sanitizer Picu Kanker, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 05 April 2021 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 481 2389409 terlalu-sering-pakai-hand-sanitizer-picu-kanker-benarkah-Pe908Rv7w6.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan di Amerika Serikat memperingati masyarakat untuk menghindari penggunaan hand sanitizer yang mengandung benzena atau bahan kimia beracun dengan kadar tinggi. Benzena dianggap mampu memicu pembentukan sel kanker di tubuh manusia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH) mendefinisikan benzena sebagai karsinogen dan menjelaskan tubuh manusia dapat terpapar benzena hanya lewat hirupan, penyerapan kulit, tertelan, atau kontak kulit atau mata.

Badan penelitian genom Nasional Institutes of Health menegaskan bahwa karsinogen adalah zat kimia atau fisik tertentu yang memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker dan benzena salah satunya.

Hand Sanitizer

Studi dilakukan oleh Valisure, apotek online yang berbasis di New Haven, memeriksa 260 botol hand sanitizer dari 168 merek dan ditemukan 17% di antaranya mengandung benzena dengan tingkat yang cukup tinggi.

Dari data tersebut, ditemukan 44 batch yang mengandung benzena tertinggi pada 16,1 ppm per botol hand sanitizer. Angka tersebut lebih tinggi delapan kali lipat dari batas yang diizinkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) yaitu 2 ppm benzena pada produk hand sanitizer.

 "Penggunaan hand sanitizer di masa pandemi ini meningkat pesat. Walau menjadi bagian penting dari proses pencegahan, konsumen harus lebih bijak dalam memilih produk hand sanitizer. Tugas pemerintah juga untuk mengawasi dan memantau peredaran produk yang aman untuk konsumen," kata David Light, kepala eksekutif Valisure.

Baca Juga : Kondangan Aurel-Atta, Luna Maya Pakai Anting Rp113 Juta!

Baca Juga : Biasa Seksi, Anya Geraldine Pakai Hijab Bikin Pangling Disebut Mirip Irish Bella

Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab memberikan rasa aman konsumen terhadap produk yang semakin hari semakin banyak dipergunakan di masa pandemi. Light mengkhawatirkan, konsumen yang tidak paham akan hal ini, di sisi lain mereka terus menggunakannya, akan sangat membahayakan kesehatan mereka.

"Kami berharap agar masyarakat semakin cerdas dalam membeli produk hand sanitizer. Selalu lihat label kemasan dan pastikan kandungan benzena di sana sesuai standar yaitu hanya 2 ppm," tegas Light.

CDC sendiri mengatakan bahwa hand sanitizer yang bagus setidaknya mengandung 60% etil alkohol dan 70% isopropil alkohol. FDA mengeluarkan pernyataan bahwa bahan lain yang disetujui boleh ada dalam produk hand sanitizer antara lain air suling steril, hidrogen peroksida, dan gliserin.

Hand Sanitizer

"Masyarakat disarankan hanya menggunakan hand sanitizer saat mereka tidak bisa mencuci tangan dengan air dan sabun. Selama air mengalir dan sabun ada, jangan andalkan hand sanitizer," ungkap Barun Mathema, peneliti penyakit menular di Universitas Columbia.

"Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir lebih baik dalam membunuh kuman penyakit," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini