Tips Hidup Sehat Meski Puasa di Tengah Pandemi

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 05 April 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 481 2389770 tips-hidup-sehat-meski-puasa-di-tengah-pandemi-ZfCShfvr2E.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Oddity)

Kurang dari dua pekan lagi, umat Muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia akan memasuki bulan Ramadan.

Ini artinya sudah dua kali bulan Ramadan dijalani dalam masa pandemi. Menjalani bulan puasa di tengah pandemi Covid-19, tentu tak mudah untuk dijalankan. Harus ada upaya ekstra dalam menjaga kesehatan, agar tak mudah jatuh sakit dan imunitas tetap terjaga dengan baik.

 puasa

Salah satu kunci utama tetap sehat dalam menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi, ialah dengan menjalani pola hidup sehat. Bukan hanya terkait pola makan bergizi dan seimbang, tapi juga pola aktivitas lainnya. Mengingat di bulan puasa, ada perubahan pola aktivitas kita sehari-hari.

Tips pertama agar tetap sehat meski berpuasa di masa pandemi, seperti yang dituturkan Dr. Ricky Alfaray, pertama ialah memperhatikan pola makan sahur dan berbuka. Dokter yang tengah menempuh studi lanjut di Jepang satu ini, mengingatkan untuk jangan sampai melewatkan makan sahur.

“Jangan sampai enggak sahur, jangan di-skip sahur itu. Dehidrasi itu bahaya loh, makanya selain banyak makan serat dan mengurangi lauk berminyak, saat sahur itu usahakan banyak minum air mineral. Tujuannya, agar saat siang hari waktu beraktivitas kita masih punya energy dan tidak dehidrasi,” papar Dr. Ricky, dalam gelaran Simple Healthy Lifestyle for Family in New Era Berto ImunKu, Senin (5/4/2021).

Saat sahur dan berbuka, Dokter Ricky menyarankan untuk membatasi asupan gula, garam, dan lemak. Terutama pada orang-orang yang mempunya faktor resiko penyakit tak menular, contohnya diabetes, hipertensi, dan jantung.

Meski berpuasa, aktivitas fisik seperti olahraga ringan juga tetap wajib dilakukan setiap hari, cukup 30 menit asal dilakukan rutin dan konsisten setiap hari. Terakhir, yakni memastikan setiap harinya tidur dengan cukup.

“Tidur dan istirahat yang cukup itu sebetulnya tergantung tubuh kita masing-masih. Tubuh tahu kok kapan kita mengantuk dan kapan kita harus bangun. Ada yang setiap hari tidurnya 5 jam saja cukup, ada yang butuh waktu lebih lama contohnya anak-anak. Tidur ini adalah waktunya tubuh kita untuk memperbaiki diri,” tutup Dr. Ricky.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini