Ingin Turunkan Berat dengan Cepat, Coba Diet Telur Rebus Deh

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 05 April 2021 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 612 2389832 ingin-turunkan-berat-dengan-cepat-coba-diet-telur-rebus-deh-QreZHbnyoz.jpeg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BANYAK orang ingin menurunkan berat badan mereka, tapi tidak mau menjalani diet yang lama. Mereka pun lebih memilih diet instan, padahal diet instan tersebut cuma berpengaruh di awal saja.

Nah, salah satu diet yang mampu menurunkan berat badan dengan cepat adalah diet Telur Rebus. Diet ini sempat populer karena menjanjikan penurunan berat badan yang cepat. 

Caranya pun sangat mudah, Anda cukup mengonsumsi beberapa porsi telur rebus per hari, bersama dengan protein tanpa lemak lainnya, sayuran tanpa zat tepung, dan buah-buahan rendah karbohidrat.

Melansir Healthline, diet telur rebus adalah diet yang mengonsumsi makanan berkalori rendah seperti telur, sayuran non-tepung, dan buah rendah karbohidrat.

Telur rebus

Dengan demikian, mengikuti diet kemungkinan akan menyebabkan defisit kalori, yang berarti bahwa Anda akan mengkonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang Anda bakar sepanjang hari. Meskipun beberapa faktor mempengaruhi manajemen berat badan, defisit kalori sangat penting untuk penurunan berat badan.

Diet telur rebus juga rendah karbohidrat, yang kemudian dapat membantu menurunkan berat badan. Faktanya, review dari 12 studi menemukan bahwa mengikuti diet rendah karbohidrat jangka pendek secara signifikan meningkatkan penurunan berat badan dan memperbaiki beberapa faktor risiko lain untuk penyakit jantung, seperti tekanan darah.

Sebuah studi pada 164 orang dengan indeks massa tubuh (BMI) 25 atau lebih juga menemukan bahwa mengikuti diet rendah karbohidrat selama 20 minggu secara signifikan meningkatkan metabolisme dan menurunkan kadar hormon lapar ghrelin dibandingkan dengan diet tinggi karbohidrat.

Namun, perlu diingat bahwa meskipun diet dapat menyebabkan penurunan berat badan di awal, kemungkinan besar berat badan bisa bertambah lagi setelah Anda melanjutkan diet normal. Oleh karena itu, ini mungkin bukan pilihan terbaik untuk penurunan berat badan jangka panjang yang berkelanjutan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini