Hilang Bukan Berarti Sembuh, Alami Gigi Ngilu Harus Cek ke Dokter

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 05 April 2021 23:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 612 2389886 hilang-bukan-berarti-sembuh-alami-gigi-ngilu-harus-cek-ke-dokter-cGQt7HJqw3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEBIASAAN masyarakat Indonesia adalah baru mengunjungi dokter gigi saat merasakan ada keluhan. Bahkan, kunjungan baru dilakukan setelah kondisi gigi rusak parah dan tidak bisa lagi diperbaiki alias harus dicabut.

Nah, salah satu gangguan kesehatan gigi adalah terasa ngilu ketika mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah gigi sensitif.

Gigi sensitif merupakan kondisi klinis umum yang berkaitan dengan terbukanya permukaan dentin. Kebanyakan penyebab utama gigi sensitif adalah hilangnya lapisan email yang meluas ke dentin. Berdasarkan survei pada 2018, sebanyak 19% orang Indonesia di usia produktif memiliki masalah gigi sensitif.

Gigi

"Artinya, 1 dari 5 orang punya gigi sensitif, tapi tak sedikit yang mengabaikannya. Contoh saat ada rasa ngilu, ketika sudah hilang dianggapnya tidak ada masalah lagi," ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc

"Padahal ngilu bisa jadi disebabkan oleh gigi sensitif, jadi harus benar-benar dilihat penyebabnya, kalau dibiarkan malah bisa makin parah," tambah dia.

Pemicu terjadinya gigi sensitif cukup banyak. Mulai dari kebiasaan membersihkan gigi, cara menyikat gigi yang salah, hingga gaya hidup. Sekarang ini masyarakat senang mengonsumsi makanan yang bersifat asam dan manis.

Padahal, jenis makanan tersebut dapat menyebabkan gigi sensitif. Belum lagi tren memutihkan gigi dengan teknik veneer maupun bleaching.

"Kalau gigi terasa ngilu atau sensitif, sebaiknya langsung dicek ke dokter gigi karena penyebabnya banyak. Bisa jadi resesi gusi, ada lubang, karang gigi, atau infeksi lain yang harus didiagnosis lebih lanjut. Tentunya itu hanya dokter yang dapat menentukannya," ucap drg. Andy Wirahadikusumah Sp. Pros dalam kesempatan yang sama.

"Keluhan gigi sensitif juga tak cukup diatasi hanya dengan menggunakan pasta gigi khusus. Pasta gigi untuk gigi sensitif sifatnya hanya untuk pencegahan dan perawatan, tapi tindak lebih lanjut hanya bisa dilakukan dokter gigi," katanya.

"Selain itu ingat, ada atau tanpa gejala, pemeriksaan rutin ke dokter 6 bulan sekali tetap harus dilakukan karena bisa saja ada masalah tersembunyi pada gigi," tandas drg. Ratu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini