Kuliner Batang Pisang, Semula Limbah Kini Digemari hingga Luar Daerah

Musyafa, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 23:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 298 2390480 kuliner-batang-pisang-semula-limbah-kini-digemari-hingga-luar-daerah-m9xmOEod1B.jpg Kuliner batang pisang khas Rembang. (Foto: Musyafa/iNews TV)

SEKELOMPOK wanita di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mampu mengubah batang pohon pisang atau gedebok menjadi kuliner menarik dan enak rasanya. Kuliner batang pisang ini baru saja diluncurkan dan langsung mendapat respons positif dari konsumen, bahkan sudah menembus berbagai daerah.

Kelompok Wanita Tani Sri Rezeki Desa Sriombo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang menemukan kuliner menarik ini. Mereka mengolah batang pohon pisang atau sering disebut gedebok menjadi produk makanan dengan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Baca juga: 5 Manfaat Kesehatan Luar Biasa Pisang Merah, Apa Saja? 

Padahal, selama ini gedebong kerap terbuang percuma atau menjadi limbah. Berawal coba-coba memanfaatkan limbah batang pisang seusai panen, kemudian dibagikan melalui media sosial, ternyata pesanan mulai berdatangan. Setelah itu, mereka menekuni serius dengan meluncurkan produk batang pisang krispi.

Bahan utamanya adalah batang pisang yang diiris tipis berbentuk persegi panjang. Kemudian dicampurkan ke beragam rempah-rempah yang sudah dihaluskan seperti ketumbar, kencur, bawang putih, dan daun jeruk.

Ilustrasi batang pohon pisang.

Selanjutnya gedebok digoreng menggunakan tepung. Setelah dimasukkan spiner untuk mengurangi kadar minyak goreng, gedebong krispi siap dikemas dan disajikan.

Per bungkus isi 80 gram dijual Rp6 ribu. Sejak diluncurkan dua bulan lalu, batang pisang krispi sudah menembus berbagai daerah, di antaranya Semarang, Jakarta, Surabaya, dan Malang. Hingga saat ini KWT Sri Rezeki sudah mampu menjual ribuan bungkus batang pisang krispi.

Baca juga: 3 Jenis Pisang yang Baik Dikonsumsi, Bisa untuk Menurunkan Berat Badan 

"Upaya KWT Sri Rezeki memanfaatkan limbah batang pisang ini mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang. Apalagi sudah terbukti mengangkat perekonomian kaum wanita di Desa Sriombo," kata Ketua KWT Sri Rezeki Niken Larasati.

Petugas penyuluh pertanian turut mendampingi supaya produk tersebut benar-benar mampu bersaing di pasaran.

"Dari sisi bahan baku, produksi batang pisang krispi tidak pernah kesulitan. Karena rasanya gurih dan renyah, pihak Pemkab Rembang akan membantu mengupayakan agar bisa dijual ke minimarket modern," ungkap Nuril Anwar, penyuluh pertanian.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini