Suplai Vaksin Covid-19 Terbatas, Menkes Budi: Lansia Jadi Prioritas!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 481 2390040 suplai-vaksin-covid-19-terbatas-menkes-budi-lansia-jadi-prioritas-sZPIpNWAzY.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Menteri Kesehatan - Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa laju vaksinasi Covid-19 mendatang tak secepat sebelumnya. Pasalnya, tengah terjadi embargo di beberapa negara produsen vaksin Covid-19.

Ya, negara-negara seperti India, Filipina, Papua Nugini, serta beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat seperti Brasil, sedang mengalami kondisi lonjakan ketiga dari kasus aktif Covid-19.

Karena situasi tersebut, negara-negara produsen vaksin Covid-19 memutuskan untuk menahan ekspor vaksin demi menyelamatkan masyarakatnya. Artinya, vaksin yang mereka buat sejauh ini diprioritaskan untuk negaranya masing-masing.

Lansia

Keadaan itu memengaruhi jumlah ketersediaan vaksin banyak negara, termasuk Indonesia. Harusnya, pada Maret dan April Indonesia menerima 30 juta dosis vaksin, tapi karena kejadian ini kuotanya dipangkas hanya 20 vaksin.

Menkes Budi pun mengeluarkan kebijakan bahwa dengan keterbatasan vaksin yang ada, untuk sekarang prioritas utama pemberian vaksin adalah kelompok lansia atau mereka yang berusia 60 tahun ke atas.

Ini berdasar dari data temuan Kemenkes di lapangan yang menyebutkan bahwa dari 1,5 juta kasus Covid-19 di Indonesia, sebanyak 10 persennya adalah lansia di atas 60 tahun. "Tapi, dari 100% yang meninggal dunia, 50% adalah lansia," ujar Menkes Budi dalam keterangan pers, belum lama ini.

Baca Juga : Bangga! Indonesia Peringkat Ke-8 di Dunia Laju Vaksinasi Covid-19

Data tersebut memperlihatkan dengan jelas bahwa kelompok lansia di atas 60 tahun tergolong dalam kelompok berisiko tinggi. "Pada data pasien Covid-19 meninggal di rumah sakit juga memperlihatkan bahwa jumlah lansia yang meninggal tiga kali lebih banyak dibanding non lansia yang hanya berkisar 10%," tambahnya.

Menkes Budi berharap Mei mendatang kondisinya sudah kembali stabil, sehingga pemerintah bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya yang terus meningkat.

"Kami terus berupaya melakukan negosiasi dengan negara-negara produsen vaksin tersebut supaya suplai vaksin Indonesia tetap terjaga dan berharap Mei bisa kembali normal," ungkap Menkes Budi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini