Gagal Raih 30 Juta Dosis, Menkes Budi Minta Maaf Suplai Vaksin Covid-19 Berkurang

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 481 2390134 gagal-raih-30-juta-dosis-menkes-budi-minta-maaf-suplai-vaksin-covid-19-berkurang-5YhtMwCk4i.jpg Menkes Budi Gunadi (Foto: Webinar)

Kabar kurang mengenakkan terkait laju program vaksinasi nasional, baru saja diumumkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Hal ini disampaikan Menkes Budi usai melakukan Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Senin 5 April kemarin. Menkes Budi mengatakan suplai vaksin di Indonesia akan berkurang, skema awal Indonesia di bulang Maret dan April bisa mendapatkan total hingga 30 juta dosis vaksin. Namun, kini skemanya Indonesia hanya bisa memperoleh sekitar 2/3 nya, yakni 20 juta dosis vaksin.

 Vaksin Covid-19

“Jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk Maret dan April, masing-masing 15 juta dosis totalnya dua bulan 30 juta dosis. Kita hanya bisa dapat 20 juta dosis atau 2/3 nya,” ujar Menkes Budi, dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden.

Sebagai akibatnya, sambil meminta maaf, Menkes Budi menyebutkan laju program vaksinasi nasional pun tidak akan sekencang sebelumnya.

“Akibatnya laju vaksinasi, mohon maaf agar kita atur kembali. Sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya karena memang vaksinnya berkurang,” tambahnya.

Berkurangnya suplai vaksin ke ratusan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia ini diungkaokan Menkes Budi ialah karena saat ini tengah terjadi lonjakan ketiga (third wave) kasus aktif Covid-19 di beberapa negara produsen vaksin.

“Terkait produksi dan embargo vaksin, karena banyak negara-negara di Eropa, beberapa di Asia seperti India, Filipina, Papua Nugini, dan beberapa negara di Amerika Selatan seperti Brazil itu sedang terjadi lonjakan ketiga kasus aktif Covid. Akibatnya negara-negara yang memproduksi vaksin di lokasi-lokasi tersebut mengarahkan agar vaksinya enggak boleh keluar. Hanya boleh dipakai di neraranya masing-masing, yang akhinya mempengaruhi ratusan negara di dunia, termasuk Indonesia,” lanjut Menkes Budi lagi.

Merespon situasi ini, Indonesia saat ini tengah terus bernegosiasi dengan negara-negara produsen vaksin lainnya agar suplai vaksin bisa terus bertambah. Sehingga laju vaksinasi bisa seperti sebelumnya.

“Kita sedang negosiasi dengan negara-negara produsen vaksin, mudah-mudahan bulan Mei bisa kembali normal. Sehingga kita bisa lakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya,” pungkas Menkes Budi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini