Gangguan Mental Disebut Akan Jadi Pandemi Global

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 481 2390148 gangguan-mental-disebut-akan-jadi-pandemi-global-0yyYffqQku.jpg Orang depresi (Foto: CBN)

Pandemi Covid-19 benar-benar memengaruhi kehidupan manusia. Tidak hanya fisik yang diserang, tapi juga mental. Bahkan, studi terbaru mengumumkan bahwa masalah kesehatan mental akan jadi pandemi setelah Covid-19 teratasi.

Ya, masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 akan menjadi pandemi berikutnya. Ini menurut sebuah penelitian yang dikeluarkan oleh Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) pada hari Senin, 5 April 2021.

 mengalami gangguan mental

"Kesehatan mental masyarakat telah diserang secara bersamaan oleh berbagai mekanisme dan tindakan segera diperlukan," kata penulis dalam laporan studinya.

Biaya ekonomi global yang terkait dengan masalah kesehatan mental telah meningkat hingga satu triliun dolar AS setahun dan 85 persen dari mereka yang mengalami gangguan mental tidak dapat menerima perawatan di negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah, menyebabkan 'krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya,'.

"Pandemi Covid-19 tak hanya memengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi memengaruhi tujuan hidup seseorang, dinamika keluarga, peran di tempat kerja, dan stabilitas ekonomi," jelas peneliti.

Faktor lain yang memperdalam krisis ini termasuk modifikasi peran keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, isolasi, kesepian, kesedihan karena kehilangan keluarga atau teman, kecemasan umum, kelelahan profesional, dan stres pasca-trauma.

Studi ini juga melaporkan bahwa antara 30 hingga 60 persen pasien Covid-19 mengalami masalah pada sistem saraf pusat dan perifernya juga terpengaruh. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai masalah.

Delirium merupakan sindrom neuropsikiatri yang paling sering dan akut yang diderita oleh pasien Covid-19, diikuti oleh keadaan depresi dan kecemasan, sedangkan depresi dan kelelahan merupakan kondisi yang lebih bertahan lama.

ISGlobal pun mendesak setiap negara melakukan strategi perlindungan sosial untuk memerangi masalah yang timbul dari pengangguran, kehilangan orang yang dicintai, kesepian dan isolasi, dengan jaminan penyediaan layanan dasar dan pembiayaan layanan sosial untuk membantu keluarga yang membutuhkan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini