Masker Medis vs Masker Kain, Mana Lebih Ampuh Cegah Covid-19?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 481 2390188 masker-medis-vs-masker-kain-mana-lebih-ampuh-cegah-covid-19-M4AL04QQDL.jpg Ilustrasi penggunaan masker untuk mencegah persebaran covid-19. (Foto: Robotdean/Freepik)

DI masa pandemi covid-19 ini masker menjadi salah satu kebutuhan guna menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Jenis masker medis atau masker kain terbukti sangat efektif mencegah infeksi virus corona melalui percikan atau lainnya.

Setiap masyarakat memilih masker untuk digunakan sehari-hari, sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing. Ada yang sudah merasa cukup menggunakan masker kain, tapi tidak sedikit pula yang memilih memakai masker medis atau masker bedah untuk perlindungan saat beraktivitas.

Baca juga: 3 Langkah Tampil Modis saat Kenakan Masker, Yuk Dicoba 

Lalu sebetulnya manakah yang lebih baik untuk mencegah paparan covid-19, masker kain atau masker medis?

Masker. (Foto: Freepik)

Mengutip dari laman Healthline, Selasa (6/4/2021), Ting Ting Wong, dokter ahli penyakit dalam sekaligus spesiali penyakit menular asal New York, Amerika Serikat, menyebut masker bedah atau masker medis adalah pilihan terbaik jika tidak memiliki akses untuk menggunakan masker N95 atau KN95.

Masker bedah yang tahan akan cairan mampu melindungi dari droplet (tetesan) besar, percikan, atau semprotan cairan tubuh atau cairan berbahaya lainnya. "Saya pikir masker bedah itu sangat efektif," kata dr Ting.

Baca juga: Studi: Hanya 13% Pengguna Masker Kain Mencucinya dengan Benar 

Ia pribadi sependapat dengan pernyataan pakar penyakit menular dr Anthony S Fauci tentang penggunaan ganda masker medis atau double masking.

"Saya setuju dengan komentar dr Fauci tentang double masking. Masker kain sebagai cadangan karena banyak varian masker kain di luar sana. tapi untuk masyarakat umum, masker bedah jadi pilihan yang baik," tambahnya.

Lantas, bagaimana dengan masker kain? Nyatanya, masker kain disebutkan menjadi pilihan terakhir. Mengingat masker kain tidak melalui proses pengujian atau diatur secara resmi dan setiap jenis kain mempunyai tingkat filtrasi berbeda-beda.

Tapi jika dibandingkan tidak memakai masker sama sekali, penggunaan masker kain masih dinilai lebih baik. Namun untuk perlindungan dan filtrasi maksimal, memakai masker medis dobel atau masker N95/KN95 memang jauh lebih baik.

Baca juga: Awas Masker Palsu, Kemenkes Beberkan Ciri-cirinya 

"Masker kain adalah yang paling dapat ditembus dan menawarkan perlindungan paling sedikit, tetapi lebih baik daripada tidak pakai masker sama sekali. Saya sering mengatakan masker terbaik adalah masker yang dipakai orang sepanjang waktu (tidak dilepas) ketika keluar rumah. Masker KN95 tidak jauh lebih baik dari masker bedah, jika Anda terus-terusan melepasnya," tambah dr Eric Cioe-Pena, direktur kesehatan global di Northwell Health di New Hyde Park, New York.

Masker. (Foto: Prostooleh/Freepik)

Untuk memilih masker kain yang tepat, seperti dilaporkan laman Popular Mechanics, berdasarkan penelitian perlu memerhatikan beberapa hal. Pertama untuk filtrasi yang efektif, cari masker dengan tiga lapis bahan penyaringan.

Baca juga: Rajin Pakai Masker, Banyak Orang Masih Salah Menyimpannya 

Kedua, pilihlah bahan yang fleksibel. Cari masker yang terbuat dari material bahan woven (anyaman) yang rapat yang akan menempel di wajah. Jika tidak, maka saat masker dipakai masih akan memiliki celah.

Ketiga, pilihlah masker kain model tali ikat, bukan loop pengait di telinga. Dengan ini, bisa mengontrol ukuran dan kontur masker dengan lebih baik saat dipasang di kepala dengan ikatan. Loop pengait di telinga justru membuat celah yang lebih besar di sisi wajah. Selain itu, terkadang bisa membuat luka atau lecet jika digunakan dalam waktu lama dan menyebabkan sakit pada kepala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini