3 Pemahaman Salah tentang Karbohidrat, Jangan Keliru Ya

Sellva Brilliancy Fernando, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 481 2390240 3-pemahaman-salah-tentang-karbohidrat-jangan-keliru-ya-Vece1ldino.jpg Ilustrasi makanan sumber karbohidrat. (Foto: Freepik)

KARBOHIDRAT adalah satu dari tiga makronutrien yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Karbohidrat sumber energi utama yang membantu mengisi semua organ tubuh.

Karbohidrat terdiri dari tiga jenis yakni pati, serat, dan gula. Sementara pati disebut sebagai karbohidrat kompleks, gula adalah karbohidrat sederhana, dan serat membantu pencernaan serta membuat kenyang.

Baca juga: Fakta-Fakta Diet Rendah Karbohidrat, Kunci Penurunan Berat Badan? 

Pola makan sehat bisa menjadi tantangan, terutama dalam hal mengurangi karbohidrat. Orang sering percaya harus menghindari semua karbohidrat. Sebaliknya, banyak makanan yang mungkin tidak diduga ternyata mengandung karbohidrat.

Makanan sumber karbohidrat. (Foto: Shutterstock)

Dengan banyaknya informasi di luar sana, membedakan informasi yang benar atau salah bisa jadi sulit. Ada banyak kesalahpahaman berkaitan dengan karbohidrat.

Seperti dirangkum dari laman Feminaindia, Selasa (6/4/2021), ini deretan pemahaman salah tentang karbohidrat.

Baca juga: Diet Rendah Karbohidrat, Konsumsi 6 Jenis Sayuran Ini Saja 

1. Hanya roti dan biji-bijian yang memiliki karbohidrat

Orang sering mengira hanya roti, nasi, pasta, dan gandum yang mengandung karbohidrat. Ini membutuhkan beberapa pemahaman bahwa sebagian besar makanan nabati dan produk susu memiliki karbohidrat sampai batas tertentu.

Kebanyakan orang mengabaikan fakta bahwa buah-buahan dan bahkan sayuran nontepung mengandung karbohidrat. Namun kesalahpahaman lainnya adalah hanya makanan putih yang mengandung karbohidrat. Kenyataannya, makanan seperti ubi, jagung, kacang polong, quinoa, dan kacang-kacangan memang mengandung karbohidrat.

Baca juga: Sudah Tak Makan Nasi Berat Badan Gak Turun? Mungkin Anda Kurang Karbohidrat 

2. Bebas gula adalah bebas karbohidrat

Banyak yang berpendapat bahwa mengurangi gula berarti menjauhkan karbohidrat. Tulisan "bebas gula" tidak menyiratkan bahwa produk makanan bebas karbohidrat. Mereka sebenarnya bisa mengandung biji-bijian yang kekurangan serat dan masih mengandung karbohidrat. Selain itu, makanan tertentu yang dipromosikan sebagai "alami" sebenarnya sarat dengan "gula tersembunyi" yang dapat menyebabkan lonjakan kadar insulin.

Perlu diketahui juga bahwa ada sekira 61 nama berbeda untuk gula termasuk sukrosa, dekstrosa, maltosa, sirup beras, dan lain-lain yang tercantum pada label makanan yang cenderung sering diabaikan orang. Semua itu dapat menyebabkan lonjakan kadar insulin.

3. Semua karbohidrat dinilai tidak sehat

Pemahaman salah ini terus terjadi karena banyak yang mengabaikan fakta bahwa serat juga merupakan karbohidrat. Serat adalah sejenis karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna yang ada dalam makanan seperti sayuran, buah-buahan, serta biji-bijian. Ini membantu menjaga kesehatan usus dan sistem kekebalan tubuh.

Sayuran nontepung seperti kembang kol, brokoli, kubis, mentimun, lalu biji-bijian dan kacang-kacangan adalah makanan kaya serat dengan manfaat kesehatan yang luar biasa. Alih-alih memecah menjadi gula, ini membantu menstabilkan kadar gula darah.

Makanan kaya serat juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan jenis kanker tertentu. Karbohidrat kompleks dianggap lebih sehat karena tidak menyebabkan lonjakan kadar insulin sebanyak karbohidrat sederhana.

Baca juga: Kenali Makanan Sumber Karbohidrat yang Cocok untuk Diet 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini