Punya Penyakit Langka, Perempuan Malah Pingsan kala Ketemu Gebetan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 02:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 612 2389893 punya-penyakit-langka-perempuan-malah-pingsan-kala-ketemu-gebetan-oRzb27MHz4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ADA istilah kupu-kupu terbang di perut ketika kita bertemu dengan orang yang kita suka. Memang, terkadang berada di dekat orang yang kita suka bisa membuat kita gugup.

Namun lain halnya dengan Kristy Brown. Perempuan 32 tahun asal Inggris ini, malah pingsan ketika bertemu dengan gebetannya atau orang yang menurutnya menarik.

Dikutip dari laman World Of Buzz, ia akan kehilangan kendali ketika penyakitnya itu datang. Ia sering pingsan, hingga berkali-kali yang membuatnya harus menundukkan kepala ketika berada di keramaian.

Gangguan otak langka ini disebut cataplexy, yang merupakan kondisi di mana emosi kuat datang tiba-tiba seperti marah, takut, atau tertawa memicu kelumpuhan otot.

Otak

Meskipun jarang dialami kebanyakan orang pada umumnya, penyakit ini dikaitkan dengan narkolepsi, yakni gangguan tidur yang serangannya dapat berlangsung kurang dari dua menit.

Menurut Kristy, dia mengalami setidaknya lima serangan cataplexy per hari. Namun, ada kalanya bisa sampai 50 kali serangan yang membuatnya pingsan.

"Jika saya melihat seseorang yang menarik, kaki saya lemas begitu saja jadi saya mencoba untuk tidak menempatkan diri saya dalam situasi di mana hal itu bisa terjadi, atau saya mencoba untuk menjaga mata saya untuk keselamatan saya sendiri," terangnya.

Bahkan ia pernah mengalami hal yang membuatnya cukup malu. Saat sedang berbelanja, tiba-tiba tubuhnya tak terkendali setelah melihat seseorang yang dianggapnya menarik.

"Ini sangat memalukan. Saya pernah keluar berbelanja, dan saya melihat seseorang yang terlihat baik-baik saja, dan kaki saya pergi begitu saja dan saya harus berpegangan pada sepupu saya untuk mendapat bantuan," kata Kristy.

Karena durasi tidurnya yang relatif singkat, Kristy mengaku kerap lesu dan kelelahan. Dia juga mengatakan bahwa serangan bisa datang kapan saja, siang atau malam.

“Saya bisa mendapat serangan di puncak tangga jika terlihat curam, karena saya tidak suka ketinggian. Saya mencoba pindah ke rumah baru yang tidak memiliki tangga, ”katanya.

“Kemarahan dan tawa yang paling memicunya dan biasanya, saya dan saudara perempuan saya bertengkar atau membuat satu sama lain tertawa karena mereka adalah orang paling lucu yang saya kenal,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini