WHO: Berdasarkan Data Terbaru, Manfaat Vaksin AstraZeneca Lebih Besar dari Risikonya

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 481 2390711 who-berdasarkan-data-terbaru-manfaat-vaksin-astrazeneca-lebih-besar-dari-risikonya-oDoqoxUv5H.jpg Ilustrasi Vaksin AstraZeneca. (Foto: Reuters)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru saja mengumumkan data terbaru soal keamanan Vaksin AstraZeneca. Berdasarkan data terbaru yang ada, WHO menilai manfaat Vaksin AstraZeneca masih jauh lebih besar daripada risikonya. WHO berekspektasi tidak ada alasan untuk mengubah penilaian mereka terkait manfaat vaksin tersebut.

Seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (7/6/2021), Direktur Regulasi dan Prakualifikasi WHO Rogerio Gaspar mengungkapkan, pihaknya bersama regulator Eropa dan pihak berwenang lainnya tengah mempelajari data terbaru mengenai keamanan Vaksin AstraZeneca. Ini sehubungan dengan adanya laporan kasus pembekuan darah yang terjadi pada sejumlah orang yang sudah divaksin.

Baca juga: Kenali Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, Teknologi hingga Efek Sampingnya 

Sementara European Medical Agency (EMA) sendiri menyatakan masih terus melakukan peninjauan terkait Vaksin AstraZeneca dan diharapkan sudah bisa mengumumkan hasilnya pada hari ini atau Kamis 8 April.

Senada dengan EMA, pihak WHO yang diwakili Rogerio Gaspar mengharapkan bisa memublikasikan penilaian terbarunya pada hari ini atau besok usai pertemuan kelompok penasihat keamanan vaksin. Tapi, ia menegaskan tidak yakin akan ada alasan mengubah penilaian bahwa manfaat Vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risikonya.

"Apa yang dapat kami katakan adalah penilaian yang kami miliki saat ini, dan ini sedang dipertimbangkan oleh para ahli, bahwa penilaian manfaat-risiko untuk vaksin sebagian besar masih positif," kata Rogerio dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss.

Baca juga: Warga Sulut Demam Usai Dapat Vaksin AstraZeneca, Ini Penjelasan Komnas KIPI 

"Kami terus melihat sejumlah kasus yang merupakan kejadian langka yang menghubungkan trombositopenia dengan tromboemboli. Kejadian langka itu sekarang dikategorikan dalam hal diagnostik, dalam hal populasi, dalam hal distribusi dalam populasi," lanjutnya.

WHO yang terus berhubungan dengan berbagai komite ahli nasional dan regional pada akhirnya akan memutuskan soal status regulasi vaksin. "Untuk saat ini tidak ada bukti bahwa penilaian manfaat-risiko untuk vaksin perlu diubah," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini