Wajib Tahu, Ini Cara Kerja Vaksin Covid-19 di Dalam Tubuh

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 481 2390981 wajib-tahu-ini-cara-kerja-vaksin-covid-19-di-dalam-tubuh-U7s5q8fUVb.jpg Dokter Velma Herwanto di Webinar HUT ke-14 Okezone.com. (Foto: Okezone)

SELAIN memakai masker dan menjaga jarak, mendapat vaksin covid-19 juga merupakan bagian dari upaya mengakhiri masa pandemi. Pada dasarnya vaksin adalah sesuatu yang diberikan untuk merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap virus yang dituju.

Dalam hal ini, tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab covid-19. Akan tetapi, ada sebagian masyarakat yang masih enggan melakukan vaksinasi dengan alasan takut terhadap efek sampingnya.

Baca juga: Kejar Target Vaksinasi Lansia, Kemenkes Maksimalkan 4 Rencana Ini 

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis penyakit dalam dari FK Untar Velma Herwanto SPPD PHD pun menjelaskan bagaimana sebenarnya vaksin covid-19 bekerja di dalam tubuh manusia.

"Mungkin beberapa masih agak bingung karena banyaknya merk vaksin yang beredar, tetapi secara garis besar, vaksinasi ini jenisnya ada tiga macam," ujar dr Velma dalam Webinar Milenial Healthy Lifestyle Indonesia Bangkit 2021 Spesial HUT Ke-14 Okezone.com, Rabu (7/4/2021).

Jenis vaksinasi yang pertama adalah vaksin yang diberikan virus utuh yang sudah dilemahkan. Ini akan mengajarkan tubuh mengenali virus tersebut, kemudian membentuk antibodi yang memerangi virus.

"Yang pertama diberikan virus utuh apa adanya namun virusnya dilemahkan. Dengan demikian, tubuh akan diajarkan langsung untuk mengenali dan membentuk antibodi yang mengeradikasi virus tersebut," tuturnya.

Baca juga: Oxford Tunda Penelitian Vaksin Covid-19 untuk Anak 

Sedangkan vaksinasi jenis kedua diberikan protein permukaan dari virusnya saja. Dalam artian, virus akan diambil bagian-bagian yang seringkali menyebabkan infeksi covid-19. Dengan kata lain, ini bukan lagi virus secara utuh apa adanya.

"Yang kedua adalah diberikan protein permukaan dari virusnya. Jadi bukan virus apa adanya, tetapi hanya dipilihkan bagian yang penting (yang sering jadi penyebab infeksinya)," jelasnya.

Terakhir, cara kerja jenis berikutnya adalah materi genetik. Jadi, hanya bagian DNA atau RNA dari virusnya yang diambil. Maka cara kerjanya adalah setelah materi genetiknya masuk, lalu seseorang akan dibuat untuk membuat protein yang menyebabkan infeksi tersebut.

"Jadi dia masuk ke sel, kemudian selnya memproduksi protein spike namanya yang menyebabkan infeksi dan kemudian setelah memproduksi protein spike tersebut dirangsang oleh materi genetik vaksinasi. Kemudian orang tersebut akan dibuat mengenali, dan membentuk antibodi terhadap protein spike tersebut," tukasnya.

Baca juga: Vaksinasi Lansia Jauh dari Target, Kemenkes Ungkap 5 Alasannya 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini