Beban Pekerja Perempuan Selama Pandemi, Rumah Tangga Bisa Berantakan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 612 2390951 beban-pekerja-perempuan-selama-pandemi-rumah-tangga-bisa-berantakan-kjH5hY9WBh.jpg Ilustrasi. (Foto: Timesofindia)

PANDEMI Covid-19 membawa beban bagi para pekerja perempuan di Tanah Air. Sayang, dampaknya sangat buruk terhadap kehidupan rumah tangga.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Ida Fauziyah mengatakan, bagi perempuan, adanya pandemi memberikan beban tambahan. Mulai dari hilangnya pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya beban pengurusan rumah tangga akibat work from home, school from home.

"Sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat seperti yang ditemukan dalam studi tingkat global,” ujarnya dalam Women Lead Forum 2021.

Baca Juga: Pulang Kerja, Lakukan 5 Hal Ini Lindungi Keluarga dari Covid-19

karier

Ida juga menjelaskan bahwa hambatan yang dihadapi pekerja perempuan ini disebabkan oleh beban ganda, seksisme, dan stereotip dalam masyarakat. Ditambah dengan diskriminasi berbasis gender, hingga pelecehan seksual.

Hambatan ini tidak hanya berdampak pada mereka secara individu dan keluarganya, tetapi juga pada potensi ekonomi negara dan Indeks Kesetaraan Gender Indonesia dalam peringkat dunia.

Menyikapi berbagai hambatan yang dihadapi pekerja perempuan ini, Ida mengatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus melakukan gerakan nasional non-diskriminasi di tempat kerja. "Dengan komitmen ini, diharapkan akan dapat menghentikan praktik-praktik ketidaksetaraan dan diskriminasi di tempat kerja," katanya.

Executive Director IBCWE Maya Juwita mengatakan, banyak riset yang menunjukkan adanya korelasi positif antara keragaman gender dan performa bisnis. Salah satunya adalah studi Organisasi Buruh Indonesia (ILO) pada 2020 yang menunjukkan bahwa 77 persen dari 416 perusahaan yang disurvei setuju bahwa keragaman gender meningkatkan kinerja bisnis mereka.

“Maka sudah saatnya perusahaan menerapkan budaya inklusif gender. Acara WLF memberikan kesempatan bagi pekerja perempuan dan juga pelaku bisnis untuk berbagi harapan dan best practices dalam penerapan budaya inklusif gender di tempat kerja,” ujar Maya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini