Pembelajaran Tatap Muka, UNICEF: Utamakan Kesehatan Siswa dan Guru

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 612 2390962 pembelajaran-tatap-muka-unicef-utamakan-kesehatan-siswa-dan-guru-bcphKyobnA.jpg Uji coba pembelajaran tatap muka. (Foto: Okezone)

UJI coba pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi covid-19 telah dimulai di sejumlah sekolah. Siswa, guru, dan perangkat sekolah kembali masuk sambil mendapat beberapa pelatihan tentang protokol kesehatan hingga Senin 12 April 2021.

"Saat ini ada 100 sekolah yang sedang mengikuti pelatihan sampai dengan hari Senin," ujar Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja dalam siaran persnya, Senin 5 April 2021.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syarat yang Diperlukan 

Sementara Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) Specialist UNICEF Indonesia Muhammad Zainal mengatakan terkait pembukaan sekolah tatap muka, ada beberapa catatan penting yang perlu dipatuhi.

"UNICEF sejalan dengan pemerintah dalam hal pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka, karena penutupan sekolah akibat pandemi covid-19 dalam jangka panjang akan memberikan dampak negatif terhadap anak, khususnya dari segi pendidikan," terang dia dalam webinar beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, selain dampak pendidikan, risiko lainnya dari penutupan sekolah di tengah pandemi covid-19 di antaranya meningkatnya risiko anak putus sekolah, kendala tumbuh kembang, dan kualitas pembelajaran yang disebabkan adanya perbedaan akses pembelajaran jarak jauh. Kemudian kesehatan mental dan psikososial karena minimnya interaksi anak dengan guru, teman, dan dunia luar.

"Namun, pembukaan kembali sekolah harus diikuti dengan diterapkannya protokol kesehatan dan sekolah aman yang mengutamakan kesehatan serta keselamatan siswa, guru, keluarga, dan masyarakat. Di samping itu, layanan pendidikan selama pandemi juga harus mempertimbangkan kondisi tumbuh kembang dan psikososial siswa," katanya.

Baca juga: Forum Guru Ajukan Syarat Belajar Tatap Muka, Salah Satunya Siswa Wajib Bawa Hasil Rapid Test 

Menurut Zainal, penerapan protokol kesehatan yang baik dan lingkungan sekolah aman merupakan faktor yang harus dipenuhi jika pembelajaran tatap muka kembali dilakukan. Hal ini bertujuan mengurangi angka infeksi covid-19 melalui klaster sekolah.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sekira 14 persen dari total kasus covid-19 Indonesia berasal dari anak sekolah. Oleh karena itu, edukasi mengenai cara melindungi diri dan keluarga dari virus corona sangatlah penting dilakukan, termasuk anak-anak.

"UNICEF memahami pentingnya peran dunia usaha dalam hal ini," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini