Heboh Pria Meninggal Usai Dihukum Squat Jump 300 Kali karena Langgar Lockdown

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 612 2391028 heboh-pria-meninggal-usai-dihukum-squat-jump-300-kali-karena-langgar-lockdown-PCmXb3yCV3.jpg Ilustrasi pria meninggal dunia. (Foto: Shutterstock)

HUKUMAN fisik yang diberikan kepada para pelanggar aturan lockdown di Filipina berujung maut. Hal tersebut menimpa seorang pria berusia 28 tahun yang satu ini.

Dia adalah Darren Penaredondo yang meninggal setelah diduga dipaksa melakukan gerakan 300 squat jump sebagai hukuman karena melanggar jam malam saat lockdown pandemi covid-19.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Cara Kerja Vaksin Covid-19 di Dalam Tubuh 

Seperti dilaporkan laman Metro, Rabu (7/4/2021), kala itu pada 1 April, Darren Penaredondo yang merupakan ayah dari satu anak pergi keluar untuk membeli sebotol air di Cavite, Filipina. Ia dinilai telah melanggar jam malam yang berlaku yakni pukul 18.00 waktu setempat.

Lockdown. (Foto: Shutterstock)

Kemudian disebutkan para petugas kepolisian langsung menangkap lalu memerintahkan Darren melakukan 100 squat jump hingga berulang-ulang sampai 300 kali karena grup Darren dianggap tidak melakukan gerakan secara kompak bersamaan.

Usai menjalani hukuman, Darren dilaporkan susah untuk berjalan. Pihak petugas setempat sendiri menyangkal tuduhan tersebut, meski diketahui hukuman fisik squat menjadi salah satu bentuk hukuman yang biasa terjadi di Filipina di masa pandemi covid-19.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka, UNICEF: Utamakan Kesehatan Siswa dan Guru 

Istri Darren, Reichelyn Balce, mengatakan bahwa suaminya pulang sekira pukul 08.00 pagi keesokan harinya dengan dibantu oleh beberapa orang pelanggar lockdown lainnya. Ayah muda tersebut kemudian kesakitan dan bahkan hanya bisa merangkak di lantai karena sangat kelelahan.

"Ketika dia pulang, saya tanya apakah dia dipukuli? Dia hanya tersenyum tetapi terlihat jelas dia kesakitan. Sepanjang hari itu, dia sulit untuk berjalan. Dia hanya merangkak di lantai. Tetapi saat itu saya tidak menganggap serius karena dia mengatakan lutut dan pahanya sakit, seperti halnya tubuhnya. Lalu Darren mulai mengalami kejang," ungkap Rachel.

Setelah mengalami kejang, Darren kemudian tidak sadarkan diri. Meskipun, jantungnya sempat kembali berdetak.

Baca juga: Tingkatkan Imunitas Tubuh, Jamu Cocok Banget Dikonsumsi saat Pandemi 

"Ketika meminta bantuan saat hendak buang air kecil, dia mulai mengalami kejang lalu wajahnya berubah menjadi ungu. Jantungnya berhenti berdetak. Saya meminta tolong ke tetangga kami untuk memberinya CPR, setelah itu detak jantungnya kembali," tambah Rachel.

Tapi akhirnya Darren mengembuskan napas terakhirnya di rumah pada 3 April 2021, tepat dua hari setelah dihukum. Saat ini penyelidikan sedang digelar terkait kasus kematian tragis Darren tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini