Banyak Masyarakat Kurang Aktivitas Fisik, Kemenkes Serius Tekan Jumlahnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 481 2391192 banyak-masyarakat-kurang-aktivitas-fisik-kemenkes-serius-tekan-jumlahnya-kBLTb7917I.jpg Ilustrasi kurang aktivitas fisik. (Foto: Yanalya/Freepik)

ORGANISASI Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan sebanyak 1 dari 4 orang dewasa dan 3 dari 4 remaja berusia 11 hingga 17 tahun tidak memenuhi standar aktivitas fisik yang dianjurkan.

Selain itu, hasil pengukuran kebugaran jasmani yang dilakukan Kementerian Kesehatan terhadap aparatur sipil negara (ASN) menunjukkan bahwa 45 persen tingkat kebugaran masyarakat umum dan jamaah calon haji masih kurang.

Baca juga: Hari Aktivitas Fisik Sedunia, Kenapa Olahraga di Masa Pandemi Penting? 

Kemudian sebesar 44 persen di antaranya dalam kategori berat badan overweight dan obesitas. Tingkat kebugaran erat kaitannya dengan aktivitas fisik, sebab orang yang cukup melakukan aktivitas fisik maka tingkat kebugarannya pun akan baik.

Ilustrasi aktivitas fisik olahraga. (Foto: Senivpetro/Freepik)

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes dr Riskiyana Sukhandi Putra MKes mengatakan selama situasi pandemi covid-19 masyarakat dianjurkan menjalani aktivitas dari rumah saja. Hal ini memicu pola hidup sedentari dan kurang aktivitas fisik.

"Indonesia berkomitmen untuk mendukung GAPPA (Global Action Plan for Physical Activity) melalui Rencana Aksi Nasional Pembudayaan Aktivitas Fisik dengan target penurunan jumlah masyarakat di Indonesia yang kurang aktivitas fisik menjadi 28,5 persen pada 2035," terang dr Riskiyana dalam media briefing bertajuk 'Membangun Hari yang Lebih Baik dan Sehat dengan Rutin Aktivitas Fisik', Rabu 7 April 2021.

Baca juga: WHO Rekomendasikan Orang Dewasa dan Anak Lakukan Aktivitas Fisik di Tengah Pandemi 

Tentunya upaya ini melibatkan lintas sektor terkait dan tenaga kesehatan yang ada. Terbukti sejak 2017, Pemerintah Indonesia telah menginisiasi Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). Tujuannya untuk mendorong masyarakat rutin melakukan aktivitas fisik, menerapkan perilaku hidup sehat, pola makan gizi seimbang, dan deteksi dini penyakit.

"Untuk melawan gaya hidup sedentari, disarankan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari 3 sampai 5 kali per minggu. Aktivitas fisik untuk melawan gaya hidup sedentari dapat dilakukan di mana saja, termasuk saat di rumah saja selama pandemi," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini