Banyak Anak Muda Kini Belajar Sains dan Ilmu Kesehatan Akibat Pandemi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 612 2391263 banyak-anak-muda-kini-belajar-sains-dan-ilmu-kesehatan-akibat-pandemi-covid-19-uHjqHfmXA9.jpg Ilustrasi banyak anak muda belajar ilmu kesehatan akibat pandemi covid-19. (Foto: Rawpixel/Freepik)

PANDEMI covid-19 tidak hanya membawa dampak buruk, tetapi ternyata ada juga positifnya. Salah satunya yang cukup menarik perhatian dunia adalah banyak anak muda tertarik belajar sains dan ilmu kesehatan.

Pusat-pusat pendidikan di Inggris telah mencatat peningkatan yang signifikan dalam pendaftaran kursus seperti ilmu biomedis dan farmakologi pada kelompok remaja. Kebanyakan dari mereka tertarik karena ingin terlibat menghentikan pandemi yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.

Baca juga: Cegah Masalah Kesehatan Jiwa Akibat Pandemi, Atasi dengan Cara Ini 

Pada Februari 2021, penerimaan mahasiswa di Universities and Colleges Admissions Service (UCAS) untuk kursus keperawatan meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Kebanyakan dari calon mahasiswa berusia 18 tahun dan siswa dewasa berusia 35 tahun ke atas.

UCAS sendiri tidak berani menjadi representatif dari fenomena ini, tapi laman HuffPost melakukan kajian soal peningkatan mahasiswa sains dan ilmu kesehatan serta ditemukan data yang positif.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Shutterstock)

Di Kingston University, calon mahasiswa keperawatan meningkat 67 persen dan program kebidanan meningkat 26 persen. Sementara ilmu biologi naik 36 persen, farmasi 32 persen, dan ilmu biomedis naik 25 persen.

Dokter Gianpero Calabrese, dosen farmasi di salah satu universitas di London Selatan, Inggris, mengatakan bahwa lonjakan minat anak muda ini menunjukkan betapa banyak milenial yang menyadari pentingnya peran perawatan kesehatan dan ilmu berbasis sains bagi masyarakat.

Baca juga: Hadapi Darurat Covid-19, Jepang Batalkan Seremonial Obor Olimpiade 

"Pandemi covid-19 memberi peran penting dari peningkatan minat tersebut," ungkap dr Julia Gale, kepala keperawatan universitas tersebut.

"Masyarakat melihat bahwa begitu besar peran perawat ataupun tenaga kesehatan di masa pandemi ini. Mereka bekerja keras menyelamatkan nyawa orang lain, beberapa mungkin rela mengorbankan keselamatan nyawanya demi kesembuhan orang lain. Ini membuat profesi tersebut dianggap sangat dihormati," tambahnya.

Fakta serupa juga terungkap di Universitas Brunel di London Barat. Dokter Anthony Tsolaki, dosen senior dan tutor penerimaan sarjana, mengatakan bahwa makin banyak orang yang mau turun tangan langsung membantu masyarakat.

"Dilihat dari banyaknya anak muda tertarik mempelajari mikrobiologi, genetika, dan epidemiologi," ungkapnya.

Baca juga: Heboh Pria Meninggal Usai Dihukum Squat Jump 300 Kali karena Langgar Lockdown 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini