Virus Corona Nigeria Lebih Mematikan dibanding Afrika Selatan

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 612 2391659 virus-corona-nigeria-lebih-mematikan-dibanding-afrika-selatan-ZuasBJwul5.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MESKI program vaksinasi sudah berjalan di banyak negara di dunia, bukan berarti ancaman akan virus Sars-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 sudah usai. Perlawanan terhadap virus penyebab infeksi Covid-19 nyatanya masih terus berlangsung. 

Salah satu contohnya laporan terbaru di Inggris, yang menyebutkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 300 kasus infeksi Covid-19 dari varian virus Nigeria. Angka di atas melonjak dua kali lipat dari angka sebelumnya, 150 kasus di akhir Februari 2021.

Meski sudah lebih banyak masyarakat yang setidaknya lebih terlindungi daripada sebelumnya karena sudah divaksin. Namun para ahli kesehatan memperingatkan ancaman akan strain virus baru, contohnya varian Nigeria yakni B1351 semakin meningkat.

Disebutkan lebih lanjut, kasus varian Afrika Selatan telah meningkat dalam seminggu terakhir. Tetapi kasus varian Nigeria, B1351 lah yang mengalami peningkatan terbesar. Angka menunjukkan bahwa dalam sepekan terakhir terdapat lebih dari 470 kasus B1351 (SA) dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai 400 kasus.

Alasan dari para ahli kesehatan merasa khawatir dengan kenaikan kasus virus B1351, karena strain virus ini lebih mematikan dibanding strain virus Afrika Selatan. Merujuk pada tingkat kematian karena B1351 dibandingkan dengan jenis virus lainnya.

Mengutip The Sun, Kamis (8/4/2021) disebutkan bahwa tingkat kematian virus B1351 adalah 4,3 persen, sedangkan varian virus Afrika Selatan adalah 2,2 persen dan varian Kent, 2,3 persen. Dengan kata lain fatality rate dari virus B1351 (Nigeria) hampir dua kali lipat dari fatality rate virus Afrika Selatan.

Tercatat 12 orang di Inggris meninggal karena infeksi Covid-19 dari strain virus Nigeria, B1351. Sementara 9 orang meninggal akibat terinfeksi Covid-19 dari varian virus corona Afrika Selatan.

Dalam beberapa bulan terakhir, terus dilakukan lebih banyak pengujian untuk bisa melacak dan mendeteksi varian virus Nigeria tersebut sehingga bisa menghentikan transmisi atau penularan.

Di sisi lain, meski angka kasus dari varian Nigeria dan varian Afrika Selatan masih lebih rendah dari strain virus Kent, yang menjadi penyebab atas 150.000 kasus aktif di Inggris hingga saat ini, para ahli mengatakan strain virus lain dapat menyebar secara luas dan bisa lolos dari vaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini