Meski Banyak Kendala, Vaksin Gratis dari COVAX Sudah Dikirim ke 102 Negara

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 481 2392066 meski-banyak-kendala-vaksin-gratis-dari-covax-sudah-dikirim-ke-102-negara-MsXonxa0Cy.jpg Ilustrasi vaksin covid-19 gratis dari COVAX. (Foto: Freepik)

KABAR baik datang dari COVAX. Program besutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini sudah mengirimkan vaksin covid-19 gratis ke 102 negara.

Meski ada beberapa kendala, berdasarkan laporan COVAX yang dirilis pada Kamis 8 April kemarin, telah dikirim hampir 38,4 juta dosis vaksin covid-19 ke 102 negara berkembang dan miskin di dunia yang tersebar di enam benua.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Gratis dari India Diharapkan Bisa Dikirim Mei Mendatang 

Seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (9/4/2021), St Lucia Island di Karibia tercatat sebagai negara ke-100 yang menerima vaksin gratis dari COVAX. Setelah itu ada Iran.

Pencapaian ini diraih dengan durasi waktu sekira 6 pekan usai peluncuran pasokan vaksin gratis. Jumlah tersebut bisa dibilang cukup mengagumkan, mengingat dalam proses distribusi vaksin covid-19 gratis, seperti diungkapkan GAVI dan WHO, ada beberapa kendala keterlambatan di dalamnya.

Baca juga: India Tunda Ekspor Vaksin AstraZeneca untuk COVAX, Ini Alasannya 

Berkurangnya ketersediaan pengiriman pasokan vaksin diketahui tertunda untuk pada bulan Maret dan April. Salah satu penyebabnya, sebagian besar vaksin produksi Serum Institute of India yang akan dikirim saat ini diputuskan diprioritaskan disimpan dan digunakan untuk program vaksinasi di India.

Pasalnya, berdasarkan laporan per Senin 5 April kemarin, kasus infeksi harian di India melampaui 100.000 kasus untuk pertama kalinya.

GAVI yang menaungi program COVAX sendiri pada Maret lalu berencana bisa mengirim sebanyak 237 juta dosis Vaksin AstraZeneca ke 142 negara di berbagai penjuru dunia hingga akhir Mei 2021.

Baca juga: COVAX Akan Kirim 237 Juta Dosis Vaksin Gratis ke 142 Negara, Termasuk Indonesia 

"Jadwal COVAX sejauh ini mungkin masih on-track, masih tepat waktu untuk dikirim ke semua negara yang berpartisipasi di periode paruh pertama 2021. Tapi kami masih menghadapi tantangan yang menakutkan dalam upaya mengakhiri tahap akut pandemi ini," kata Kepala Eksekutif GAVI Seth Berkley.

Meski demikian, COVAX masih mengharapkan untuk tetap bisa mengirimkan setidaknya sebanyak 2 miliar dosis pada 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini