Vaksin AstraZeneca Terlambat Datang, Indonesia Pesan Lagi 100 Juta Sinovac

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 612 2392029 vaksin-astrazeneca-terlambat-datang-indonesia-pesan-lagi-100-juta-sinovac-F1m0eKro0Q.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH memang terus mendorong upaya vaksinasi Covid-19 guna menyukseskan adanya pembentukan kekebalan kelompok. Meskipun, vaksin Covid-19 ini belum diederkan ke semua orang.

Pasalnya, jumlah vaksin Covid-19 yang dimiliki Indonesia masih terbatas. Bahkan, kini ada kabar buruk lantaran vaksin yang diproduksi oleh AstraZeneca untuk dikirim ke Indonesia mengalami keterlambatan dari segi waktu dan juga jumlah dosis.

Menkes Budi Gunadi menyebutkan, karena adanya keteralambatan suplai vaksin AstraZeneca ini. Akhirnya membuat Indonesia langsung maju untuk berdiskusi dengan China, untuk mengamankan sekitar 90 hingga 100 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac. Hal ini dilakukan untuk menutup celah yang ada karena penundaan kedatangan vaksin AstraZeneca.

"Tahun 2021 Indonesia akan menerima 20 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui kesepakatan bilateral, bukan 50 juta yang pada awalnya disetujui,” kata Menkes Budi, dikutip Reuters.

Menkes Budi menambahkan, 30 juta dosis vaksin AstraZeneca sisanya baru akan dikirim pada kuartal tahun 2022. Selain mencoba mengamankan suplai vaksin dari Cina, Indonesia diketahui juga tengah berupaya bisa mendapatkan suplai vaksin dari Amerika Serikat.

“Kami juga mencoba meminta vaksin dari Amerika Serikat, ketika mereka selesai dengan program vaksinasi mereka sendiri dan menjual vaksinnya ke luar negeri,” tambah Menkes Budi.

Selain AstraZeneca, Indonesia memang sangat bergantung pada vaksin yang diproduksi oleh Sinovac Biotech dari China untuk program vaksinasi nasional yang sudah dimulai sejak Januari lalu.

Dengan target sebanyak 181,5 juta orang sudah divaksin dalam setahun dalam upaya memperoleh herd immunity. Sejauh ini, Sinovac diketahui sudah memasok sekitar 56 juta dosis vaksin ke Indonesia.

Indonesia juga direncanakan akan mendapatkan 54 juta dosis vaksin AstraZeneca gratis secara bertahap melalui skema pembagian lewat program COVAX. Namun Menkes Budi sudah menginformasikan, pembatasan ekspor India akan menunda pengiriman vaksin ini pada bulan April.

“Itu adalah sesuatu yang tidak dapat kami terima dan kami sedang bernegosiasi dengan AstraZeneca. Jadi itu 100 juta dosis vaksin yang jadwalnya masih belum jelas, ” pungkasnya.

Menanggapi masalah ini, AstraZeneca Indonesia mengatakan pihak mereka akan memulai pengiriman pertama pada bulan Juni mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini