Cek Fakta: Vaksin Covid-19 Merusak Sel Darah dan Otak Manusia

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 612 2392114 cek-fakta-vaksin-covid-19-merusak-sel-darah-dan-otak-manusia-PLrDRLOC2v.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

DATA-DATA yang salah terkait vaksin Covid-19 memang bisa kita temui beredar hampir setiap hari. Mungkin Anda berpikir bahwa kejadian itu hanya terjadi di Indonesia saja.

Tapi jangan salah, hoax ini pun terjadi di negara tetangga kita, Malaysia. Dalam sebuah unggahan di media sosial, disebutkan bahwa vaksin dapat merusak sel darah dan otak manusia.

Allahuakhbar.

Darah berubah lepas kena…………..

BUKTI peksin MERUSAK SEL DARAH DAN SEL OTAK MANUSIA YG MENDAPAT peksin

Ini adalah hasil penelitian di laboratorium perbedaan antara sel darah orang yg belum di peksin dan sel darah orang lain yg sudah di peksin

Dan hasil nya mengejutkan.. sel darah orang yg sudah di peksin mengalami kerusakan dan perubahan,"

Hoax Vaksin

Narasi tersebut menyatakan bahwa kandungan aluminium yang terkandung dalam vaksin Covid-19 merupakan kandungan yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel otak dan sel darah.

Melansir situs Covid19.go.id, berdasarkan hasil penelusuran, unggahan serupa juga beredar pada tanggal 1 April 2021, satu hari sebelum unggahan pada akun Mohamad Nasrun diunggah.

Dokter Muhammad Fajri Adda’i, yang merupakan edukator dan relawan tim penanganan Covid-19 menjelaskan bahwa aluminium yang disebutkan dalam unggahan tersebut berfungsi untuk membuat kemampuan vaksin menjadi lebih efektif.

Hal ini mengindikasikan bahwa aluminium yang terkandung dalam vaksin Covid-19 tidak merusak sel otak dan sel darah, justru membantu meningkatkan kemampuan kerja vaksin.

Hingga detik ini tidak ada penelitian yang menyatakan bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan sel otak dan sel darah. Meskipun unggahan tersebut mencantumkan sumber referensi dari jurnal, isi dari jurnal tersebut tidaklah berhubungan dengan Covid-19.

Isi jurnal tersebut menjelaskan hubungan antara aluminium dengan Alzheimer serta peningkatan CRP secara umum, dan tidak sama sekali menyinggung tentang Covid-19.

Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa isi unggahan yang diunggah oleh akun Facebook Mohamad Nasrun tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini