Malang Diguncang Gempa, Kenali Risiko Cedera yang Dapat Terjadi

Siska Permata Sari, Jurnalis · Minggu 11 April 2021 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 481 2392855 malang-diguncang-gempa-kenali-risiko-cedera-yang-dapat-terjadi-2TuqCgfYkW.jpg Ilustrasi gempa Malang. (Foto: Shutterstock)

GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Malang Raya Jawa Timur, pada Sabtu 10 April 2021. Hasil analisis Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa Malang berada pada titik koordinat 8,95 lintang selatan dan 112,48 bujur timur.

"Gempa magnitudo 6,7, kedalaman 25 kilometer, 10 Aprril 2021, pukul 14.00.15 WIB. Koordinat 8,95 LS-112,48 BT (90 kilometer barat daya Kabupaten Malang). Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam laman resminya.

Baca juga: Patung Gorila di Batu Secret Zoo Ambruk Pasca-Gempa Magnitudo 6,7 

Tidak sampai 24 jam setelah bencana alam tersebut, tepatnya pada Minggu pagi tadi, telah terjadi delapan gempa susulan di wilayah Jawa Timur.

"Hingga hari Minggu pagi ini hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak delapan kali dengan magntiudo berkisar 3,1 hingga 5,3," jelas Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui unggahan di akun Twitter-nya @DaryonoBMKG, Minggu (11/4/2021).

Seperti diketahui, gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang banyak menimbulkan korban. Mulai korban luka ringan, sedang, berat, hingga meninggal dunia.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui risiko cedera apa saja yang diakibatkan gempa bumi. Berikut daftarnya, seperti dirangkum dari laman National Center for Biotechnology Information (NCBI), Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Gempa Dahsyat Malang Sampai ke Bali, Warga Berhamburan Keluar Rumah 

Kenali Penyebab Utama

Gempa bumi memiliki perkiraan rasio korban luka-luka rata-rata 1: 3–4. Salah satu penyebab utama yang perlu diwaspadai adalah kerusakan bangunan, terutama jika bahan bangunan padat seperti beton, dan bangunan tidak disesuaikan untuk menahan gerakan tanah.

Selain kerusakan bangunan, penyebab utama banyaknya korban luka atau cedera akibat gempa adalah waktu bencana tersebut terjadi. Tidak sampai di situ, gempa bumi menyebabkan kerusakan infrastruktur, kerusakan fasilitas kesehatan, dan terganggunya transportasi yang dapat menyebabkan gangguan lalu lintas, menekan upaya penyelamatan, dan pada akhirnya kematian.

Cedera Kepala dan Syok

Beberapa cedera paling berbahaya yang diakibatkan oleh gempa bumi adalah trauma parah dengan cedera kepala, sesak napas, dan syok.

Patah Tulang

Masih berdasarkan laman NCBI yang diambil dari studi tahun 2017 menemukan bahwa patah tulang menyumbang 65 persen dari total cedera. Cedera ortopedi lainnya termasuk cedera akibat himpitan, sindrom kompartemen, dan cedera jaringan lunak mayor.

Baca juga: Gempa Jatim: 8 Meninggal, 39 Luka dan Ribuan Rumah Rusak 

Imbas Gempa Dahsyat, Ratusan Rumah di Lumajang Porak Poranda

Cedera Tubuh Bagian Bawah dan Tulang Belakang

Tinjauan terbaru dari Bortolin menyimpulkan bahwa ekstremitas bawah adalah lokasi fraktur yang paling umum mengalami cedera yakni sekira 42 persen. Kemudian fraktur tulang belakang menyumbang 17 persen dari total cedera, dan lebih dari 4 persen di antaranya adalah cedera tulang belakang, sementara 10 persen dari fraktur mengenai bagian tulang panggul.

Cedera di Bagian Tengkorak

Seperti disebutkan, trauma di bagian kepala merupakan penyebab kematian instan akibat gempa bumi. Sebuah studi dari tahun 2013 menemukan bahwa cedera di bagian tengkorak, toraks, dan perut menyumbang kurang dari 30 persen dari total cedera gabungan akibat gempa bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini