Pandemi, Tren Belanja Online Fashion hingga Kesehatan Meningkat

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 12 April 2021 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 612 2393028 pandemi-tren-belanja-online-fashion-hingga-kesehatan-meningkat-CGQDpFLKzN.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

GAYA hidup masyarakat berubah di masa pandemi ini. Termasuk kebiasaan belanja online yang praktis.

Ya, selama masa pandemi, mayoritas warga Indonesia menjalankan WFH total. Sebagian besar aktivitas pun bermuara pada kegiatan daring.

OPPO Ads mencatat, durasi pemakaian ponsel (screen time) juga meningkat sekira 20% dari biasanya. Masyarakat berselancar dengan e-commerce, gaming, perbankan, otomotif, aplikasi hiburan, dan sebagainya.

Untuk kategori e-commerce meningkat hingga 30% dan kategori news & entertainment, seperti video pendek atau gaming yang meningkat antara 10%-30%.

Tren ini, menurut Perwakilan PT DTI (Digital Technology Advertising Indonesia) Sherly Luo, akan terus ada di masa mendatang. Apalagi dengan kebiasaan baru di rumah saja, membuat banyak orang semakin memanfaatkan teknologi.

 Online

"Misalnya belanja online di e-commerce, membuka aplikasi kesehatan hingga, mencari hiburan," katanya lewat keterangan tertulis.

Terlihat memang, perilaku tren belanja online di masa pandemi Covid-19 memang mengalami perubahan. Jika sebelumnya orang-orang memilih belanja online hanya terbatas pada produk pakaian, pesanan tiket pesawat, atau hotel, kini membeli kebutuhan rumah tangga hingga transaksi grocery pun dilakukan lewat belanja online.

Pesinetron cantik Febby Rastanty saja kini lebih suka belanja online. Ia mengaku justru merasa lebih terbantu dengan berbelanja barang-barang fashion, contohnya seperti outfit atasan dan bawahan serta aksesori pelengkapnya di platform e-commerce.

“Sebagai konsumen, aku merasa aksesnya jadi lebih mudah karena dipasarkannya juga gencar. Kalau di platform e-commerce, mencari mix and matchnya jadi lebih mudah karena suggestion dari barang yang kita cari langsung keluar. Beda kalau enggak di platform e-commerce, platformnya suka beda-beda kan jadi mencari padu-padannya agak susah,” ujar Febby di lain kesempatan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini