Jelang Ramadhan, Kimbab Family Lakukan Tradisi Munggahan

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 12 April 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 612 2393227 jelang-ramadhan-kimbab-family-lakukan-tradisi-munggahan-2zNtXyEgXG.jpg Munggahan (Foto: Youtube)

Kimbab Family, keluarga multi kultural ini yaitu Korea Selatan (Korsel) dan Indonesia melakukan tradisi munggahan sebelum Ramadhan tiba.

Keluarga ini terdiri dari Appa Jay (Korsel), Mama Gina (Indonesia) serta memiliki anak-anak yang menggemaskan, yaitu Suji, Yunji, dan Jio.

"Keluarga online biasanya munggahan ngapain? Di Korea ada munggahan enggak, Kang (Appa Jay)?," kata Mama Gina.

 munggahan

Kemudian Mama Gina menjelaskan, biasanya sebagian masyarakat di Indonesia sebelum Ramadhan melakukan munggahan yang artinya berkumpul bersama keluarga. Seperti makan besar, ziarah ke makam, atau hanya sekadar berkumpul.

"Nah kalau di Bandung itu biasanya bikin nasi liwet. Makannya rame-rame sama keluarga besar," ujar Mama Gina.

"Hari ini kami di sini juga mau bikin nasi liwet, mau ngeliwet, ngaliwet kalau kata bahasa Sundanya," tambahnya.

Namun karena masih pandemi, juga dibatasi untuk berkumpul, maka Appa Jay dan Mama Gina hanya makan bersama ketiga anaknya di rumah.

"Sekarang tidak boleh berkumpul lebih dari lima orang. Ada pengecualian, ada peraturannya. Tapi intinya tidak boleh berkumpul," terang Appa Jay.

"Di rumah kami sudah pas ada lima orang. Jadi kumpul dan makan-makannya berlima aja," kata Mama Gina.

Gina sendiri merupakan perempuan asli Sunda, berasal dari Bandung, Jawa Barat. Ia munggahan sebelum bulan puasa tiba bersama keluarga kecilnya, sebagai tradisi sebagaimana dirinya dan keluarganya di Bandung lakukan.

Sementara itu dilansir dari laman Wikipedia, mynggahan adalah tradisi masyarakat Islam suku Sunda untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Biasanya dilakukan pada akhir bulan Sya'ban (satu atau dua hari menjelang bulan Ramadhan).

Bentuk pelaksanaannya bermacam-macam, umumnya berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama (botram), saling bermaafan, dan berdoa bersama, hingga berziarah ke makam untuk nyekar.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini