Cek Fakta: KTP Non-Muslim Tak Bisa Dapat Vaksin Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 12 April 2021 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 612 2393448 cek-fakta-ktp-non-muslim-tak-bisa-dapat-vaksin-covid-19-wlUDseygQT.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

KUOTA pemberian vaksin Covid-19 memang masih sangat terbatas. Ditambah lagi, ada keterlambatan pengiriman vaksin Covid-19 milik AstraZeneca.

Oleh sebab itu, mereka yang menerima vaksin masih dibatasi untuk yang ada berpotensi tinggi terkena Covid-19 atau yang memiliki risiko tinggi jika terkena Covid-19, seperti para lansia.

Sayangnya, fakta ini malah didistorsi dan menyebabkan hoax yang menyebut bahwa masyarakat yang memiliki KTP Non-Islam tidak bisa mendapat vaksin Covid-19.

Hoax Vaksin

Urusan Vaksin aja sudah Rasis… pdhl wkt awal2 tu mereka yg nyinyir dan triak2 haram, anti vaksin buatan Kafir.. ini ga bener.. kog non muslim ga bisa di vaksin.. terlaluu VIRALKAN SUPAYA SAMPAI KE PRESIDEN & MENTRI AGAMA & MENTRI KESEHATAN

Hoax tersebut, disebat lewat unggahan video pada grup Facebook Regenerasi Muda Pecinta NKRI, yang mengatakan bahwa Muhammadiyah melarang masyarakat dengan KTP Non-Islam untuk registrasi vaksin. Video tersebut diunggah oleh akun Putri Sulung.

Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidaklah benar. Faktanya, pihak yang memberikan arahan tersebut bukanlah dari pihak Muhammadiyah.

Muhammadiyah sendiri bukanlah pihak penyelenggara vaksinasi, melainkan hanya sebagai mitra layanan vaksinasi. Penyelenggara dari program vaksinasi tersebut adalah Kementerian BUMN. Sehingga segala arahan terkait kegiatan vaksinasi datang dari panitia penyelenggara vaksinasi.

Sebagai mitra layanan vaksinasi, Muhammadiyah diminta untuk mengkoordinir jalannya kegiatan vaksinasi. Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) menyatakan bahwa Kementerian BUMN menggandeng Muhammadiyah sebagai mitra layanan vaksinasi bertujuan untuk mengkoordinir jalannya kegiatan vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi tersebut, ditujukan untuk kalangan lanjut usia dan Pelayan Publik Muhammadiyah, sehingga kuota yang disediakan dalam vaksinasi memang terbatas. Namun, jumlah masyarakat yang hendak mendapatkan vaksin melebihi kapasitas, yang mengakibatkan tidak semua masyarakat yang datang berhasil mendapatkan vaksin.

Dengan demikian, pihak yang tidak mendapatkan vaksin bukanlah masyarakat dengan KTP Non-Islam, namun masyarakat yang berada di luar target.

Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa narasi yang diunggah oleh akun Putri Sulung dalam grup Facebook Regenerasi Muda Pecinta NKRI tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini