WHO: Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 481 2393765 who-pandemi-covid-19-masih-jauh-dari-selesai-LnS3Km3s0c.jpg Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Reuters)

PROGRAM vaksinasi covid-19 sudah dijalankan banyak negara di dunia. Tapi hal ini tidak langsung bisa menghentikan pandemi covid-19. Dengan kata lain, pandemi covid-19 masih jauh dari selesai. Demikian diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kenyataan pahit inilah yang baru saja disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin 12 April kemarin. Kebingungan dalam menangani covid-19, disebutkan Tedros, sebagai tanda bahwa pandemi masih jauh dari selesai, meski memang dapat dikendalikan dalam beberapa bulan dengan langkah-langkah protokol kesehatan.

Baca juga: WHO: Berdasarkan Data Terbaru, Manfaat Vaksin AstraZeneca Lebih Besar dari Risikonya 

Diketahui sejauh ini sudah sekira 780 juta vaksin covid-19 telah diberikan secara global. Tetapi protokol kesehatan dasar seperti memakai masker dan menjaga jarak fisik harus tetap dijalankan.

"Kami juga ingin melihat kehidupan masyarakat dan perekonomian kembali dibuka, begitu juga soal traveling dan perdagangan. Tapi saat ini ICU di banyak negara tengah membeludak dan banyak orang terinfeksi. Pandemi covid-19 masih jauh dari selesai," kata Tedros, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (14/4/2021).

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Meski kenyataannya pandemi covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun ini masih jauh dari selesai, Tedros yakin ada banyak alasan untuk tetap optimis di tengah situasi ketidakpastian seperti sekarang.

"Tapi kami punya banyak alasan untuk optimis. Penurunan kasus dan kematian selama 2 bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa virus ini dan variannya bisa dihentikan," tambahnya.

Baca juga: WHO dan 23 Negara Usulkan Perjanjian Internasional Mengatasi Pandemi Covid-19 

Di sisi lain, Kepala Tim Penanganan Covid-19 WHO Maria van Kerkhove juga mengatakan bahwa saat ini justru dunia sedang berada di titik kritis. Merujuk pada penularan yang didorong oleh kebingungan, kepuasan diri, dan ketidakkonsistenan dalam hal kesehatan masyarakat. Sehingga, membuat ada peningkatan 9 persen kasus positif dan peningkatan 5 persen dalam kematian.

"Kita berada di titik kritis dalam pandemi sekarang, lintasan pandemi ini meningkat selama 7 minggu berturut-turut. Jika Anda melihat kurva epi (epidemi) dan lintasan pandemi sekarang, itu tumbuh secara eksponensial," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini