Cek Fakta: Inggris Berhasil Sembuhkan Covid-19 dengan Paracetemol

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 612 2393933 cek-fakta-inggris-berhasil-sembuhkan-covid-19-dengan-paracetemol-TY962G3Rbc.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS Covid-19 di beberapa negara memang mulai mengalami penurunan, termasuk di Indonesia. Penurunan ini, tidak terlepas dari peran vaksin yang sudah mulai bisa diakses.

Meskipun demikian, Indonesia masih dalam kondisi waspada terhadap Covid-19 dan melarang adanya mudik Libur Lebaran ini. Tapi, berbeda dengan Indonesia, pemerintah Inggris menurunkan status Covid-19 di Inggris menjadi penyakit menular biasa.

Hal ini lantaran Covid-19 sudah tidak termasuk ke dalam kategori penyakit menular konsekuensi tinggi (HCID). Sayangnya, kabar ini pun dijadikan konten yang menyimpang, yang menyebut Inggris menurunkan status Covid-19 karena Covid-19 bisa sembuh dengan paracetamol.

Hoax

Covid-19 berakhir

 

File Covid-19 di Inggris Segera berakhir…

 

Klasifikasi UK Povid berubah dari penyakit menular yang parah menjadi penyakit menular biasa… Permainan berakhir

 

https://www.gov.uk/guidance/high-consequence-infectious-diseases-hcid

 

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa penyakit Corona adalah virus yang umum, dan hanya orang yang memiliki masalah lain yang takut akan penyakit itu.

Dan itu bisa dilawan dengan pil Parastamol

 

Tutup file Corona setelah Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi terlibat dalam konspirasi melawan kemanusiaan, memaksa mereka untuk mengaku dan mengubah pernyataan mereka, dan perintah akan diarahkan ke semua negara untuk dibuka dan tidak perlu ada jarak sosial dan mengarahkan pemulangan hidup normal

Hari ini, organisasi tersebut menyatakan:

 

Https://www.gov.uk/guidance/high-consequence-infectious-diseases-hcid

 

Organisasi Kesehatan Dunia mencapai kesimpulan akhir bahwa pembawa virus Covid 19 dianggap orang yang tidak menular kepada orang lain, kecuali dalam kasus gejala, yang terpenting adalah suhu! Oleh karena itu, tidak disarankan untuk memeriksa yang tidak terinfeksi atau menyimpannya untuk karantina

Dengan demikian, survei nasional dan karantina untuk orang-orang tanpa gejala menjadi tidak berguna dan tidak mempengaruhi penanganan penyakit !!!

Strateginya sekarang adalah mencari orang dengan gejala dan bukan pembawa penyakit!

 

Sekarang pandemi telah berakhir dan konspirasi telah terungkap, dan Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa apa yang terjadi 3 bulan lalu adalah kesalahpahaman.

Kabar tersebut, beredar pada grup Whatsapp. Narasi tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Inggris pada awalnya menetapkan status Covid-19 sebagai penyakit menular yang parah menjadi penyakit menular biasa, karena Covid-19 dapat disembuhkan dengan paracetamol. Yang mana, klaim narasi tersebut juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 segera berakhir.

Melansir Covid19.go.id, penurunan status tersebut dilakukan oleh Pemerintah Inggris pada Maret 2020 karena Covid-19 tidak lagi masuk ke dalam kategori HCID. Dikatakan demikian karena Pemerintah Inggris menganggap bahwa Covid-19 sudah dapat lebih dipahami dan telah banyak dilakukan uji klinis yang memadai di Inggris.

Kondisi meningkatnya kesadaran klinis Masyarakat Inggris terhadap Covid-19 juga menjadi salah satu faktor penurunan status Covid-19 di Inggris. Namun demikian, angka Covid-19 di Inggris saat ini masih tergolong tinggi.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) mengatakan bahwa Covid-19 merupakan ancaman kesehatan manusia yang serius. Tingginya kasus Covid-19 di Inggris juga diperkuat dengan masuknya Inggris ke dalam 10 besar negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia.

WHO menyebut, Inggris menempati posisi ke enam dengan total kasus terkonfirmasi sebanyak 4.368.049 dan total kematian sebanyak 127.080 per 11 April 2021.

Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa narasi yang beredar dalam grup Whatsapp tersebut tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini