Hukum Menyikat Gigi dengan Odol saat Berpuasa

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 612 2393934 hukum-menyikat-gigi-dengan-odol-saat-berpuasa-fIQIu4h16O.jpg Puasa (Foto: The Conversation)

Berpuasa sudah familiar dijalani oleh umat Muslim, terutama setiap tahunnya di bulan suci Ramadhan. Tapi tak dipungkiri sebagian orang masih bingung dengan aturan tentang menyikat gigi dengan pasta gigi alias odol saat berpuasa.

Sebagian orang masih mengalami dilema, apakah menyikat gigi dengan odol di siang hari atau selama dalam durasi waktu berpuasa otomatis menjadikan puasa yang sedang dijalani langsung batal ataukah tidak.

 Sikat gigi

Terkait hukum menyikat gigi dengan odol saat sedang berpuasa, seperti dijelaskan Ustad Asroni, CEO sekaligus pendiri Santri Motivator School, hukum menyikat gigi dengan pasta gigi saat puasa harus dilihat dulu dari segi waktu.

Jika dilakukan di siang hari, dikatakan memang hukumnya menjadi makruh (lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan).

“Kalau di waktu subuh itu memang tidak apa-apa, untuk menghilangkan bekas atau sisa makanan waktu sahur. Namun jika sikat giginya di waktu siang bolong para ulama menghukuminya makruh, yakni lebih utama untuk ditinggalkan,” jelas Ustad Asroni, saat dihubungi , Selasa (13/4/2021).

Merujuk pada hal tersebut, Ustad Asroni menyarankan kegiatan menyikat gigi sebaiknya langsung dilakukan usai bersantap sahur atau sesaat sebelum menunaikan salat Subuh.

“Oleh karena itu, sebaiknya menyikat gigi itu dilakukan setelah sahur atau sebelum masuk shalat subuh saja. Ketika sahur jangan langsung tidur, sikat gigi dulu dan kemudian mengerjakan aktivitas Sunnah lainnya,” imbuhnya.

Hukum yang sama berlaku juga untuk aktivitas berkumur-kumur dengan menggunakan oabt kumur. Jika berlebihan karena sengaja, kumur-kumur mulut ini bisa membatalkan puasa loh!

“Jika berkumur-kumur dilakukan secara berlebihan karena disengaja bisa membatalkan puasa, tapi kalau hanya sekedarnya tak berlebihan ya maka boleh saja,” lanjutnya lagi.

Tapi, Ustad Asroni mengingatkan, sama halnya dengan menyikat gigi di siang hari, berkumur-kumur saat siang hari saat sudah durasi berpuasa masih jauh lebih baik untuk tidak dilakukan. Mengingat untuk menghindari, masuknya air ke dalam rongga mulut.

“Tapi sebaiknya berkumur-kumur di waktu siang dalam keadaan puasa sebaiknya dihindari, karena ditakutkan air bekas kumur-kumur ini masuk ke dalam rongga mulut kita. Nah air yang masuk ke dalam rongga mulut kita akibat berkumur-kumur secara berlebihan inilah yang mengakibatkan batalnya ibadah puasa,” tutup Ustad Asroni.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini