Yuk Ketahui Golongan Orang yang Boleh Tidak Puasa Ramadhan

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 612 2394061 yuk-ketahui-golongan-orang-yang-boleh-tidak-puasa-ramadhan-TED9c2vTLx.jpg Ilustrasi puasa Ramadhan. (Foto: Freepik)

UMAT Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Puasa dilaksanakan sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (magrib). Namun ada kalanya seorang Muslim boleh tidak menjalankan puasa, tentunya karena ada udzur atau halangan yang sesuai syariat.

"Seperti yang kita pahami bahwa ada beberapa golongan yang diperbolehkan untuk berbuka puasa sebab masyaqqat atau keadaan yang benar-benar terpaksa," kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dikonfirmasi MNC Portal belum lama ini.

Baca juga: Bahagianya Orang yang Berbuka Puasa, Inilah Doanya 

Golongan-golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa di antaranya:

1. Kondisi sakit.

2. Posisi musafir atau bepergian jauh.

3. Kondisi hamil dan menyusui yang dikhawatirkan mengancam keselamatan janin atau bayi jika puasa.

4. Orang lanjut usia yang sakit.

5. Wanita haid dan nifas.

"Dari beberapa kondisi itu tentunya sudah jelas bahwa kondisi dalam posisi tidak biasa," jelasnya.

Adapun sebab-sebab yang dapat membatalkan puasa yaitu:

1. Berjimak atau melakukan hubungan suami-istri di siang hari.

2. Memasukan sesuatu ke lubang dan sampai lambung dengan sengaja, misalnya makanan atau minuman.

3. Muntah disengaja.

4. Keluarnya air mani.

5. Gila.

6. Murtad.

7. Melakukan pengobatan di bagian kemaluan.

Ustadz Ainul Yaqin menuturkan bahwa semua keadaan tersebut puasanya harus dibayar atau diqadha di kemudian hari. Ini berdasarkan suatu riwayat dari Aisyah Radhiyallahu 'anha yang berkata:

كنا نؤمر بقضاء الصوم ولا نؤمر بقضاء الصلاة

Artinya: "Kami diperintahkan untuk meng-qadha puasa dan kami tidak diperintahkan untuk meng-qadha sholat." (HR Muslim 335)

Baca juga: 6 Tips Aman Membeli Takjil di Masa Pandemi Covid-19 

Lebih lanjut, jelas Ustadz Ainul Yaqin, ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Namun juga mengajarkan juga tentang kejujuran dalam berbuat, sehingga dalam berperilaku hingga bertutur kata pun lebih dijaga.

"Puasa mengajarkan kepada kita bagaimana kejujuran dibentuk diri pribadi kita. Sementara bisa saja dia membatalkan puasanya di saat orang lain tidak tahu. Karenanya puasa adalah ibadah yang langsung dinilai Allah Subhanahu wa ta'ala. Keistimewaan puasa Ramadhan juga berlipat ganda," terangnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini