Gara-Gara Makan Kue Kering, Aktris Cantik Ini Alami Kerusakan Otak

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 612 2394210 gara-gara-makan-kue-kering-aktris-cantik-ini-alami-kerusakan-otak-68kc4ZDaF1.jpg Aktris cantik Chantel Giacalone mengalami kerusakan otak usai memakan kue kering selai kacang. (Foto: Twitter @SandyJo26896140)

AKTRIS Chantel Giacalone mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi pretzel atau kue kering selai kacang. Ia didiagnosis mengalami kerusakan otak. Giacalone dan keluarga pun mendapat ganti rugi sebesar USD29,5 juta atau sekira Rp431 miliar.

Berdasarkan laporan surat kabar lokal, model dan aktris berusia 27 tahun itu mengalami kejadian tersebut pada 2013. Ia bahkan diprediksi tidak akan bertahan hidup melewati usia 55 tahun. Sebab dalam 8 tahun terakhir, Giacalone hanya terbaring di rumah orangtuanya.

Baca juga: Punya Penyakit Langka, Perempuan Malah Pingsan kala Ketemu Gebetan 

Sebagaimana dikutip dari laman VT, Rabu (14/4/2021), Giacalone membutuhkan makan melalui selang, perawatan sepanjang waktu, dan harus dimandikan oleh ibunya. Sementara komunikasi hanya dapat dilakukan dengan matanya.

Aktris cantik Chantel Giacalone mengalami kerusakan otak usai memakan kue kering selai kacang. (Foto: Twitter @SandyJo26896140)

Kejadian ini berawal ada Februari 2013, di mana Giacalone berada di Las Vegas untuk sebuah konvensi. Saat itu temannya bernama Tara Retes tidak menyadari betapa serius alergi yang dimiliki Giacalone. Ia lantas menawarinya yoghurt beku dengan topping pretzel kecil.

Baca juga: Minum Teh Hijau Tingkatkan Fungsi Otak hingga Cegah Sakit Kardiovaskular 

Giacalone memakan sedikit camilan itu tanpa menyadari bahwa makanan itu berisi pretzel selai kacang. Beberapa saat kemudian, dua temannya menyadari itu mengandung alergen. Dalam keadaan panik, aktris tersebut menelepon sang ayah untuk memberitahunya.

"Saya kesulitan bernapas," terang Giacalone.

Sang ayah, Jack Giacalone, menyuruhnya segera mencari obat dan mencari pertolongan medis.

Sejak saat itu Chantel Giacalone mengalami syok anafilaksis dan membutuhkan perawatan medis segera. Namun, menurut gugatan yang dilayangkan keluarganya, perawatan medis yang diterima Chantel Giacalone mengalami kegagalan.

Baca juga: Peneliti Sebut Obesitas Pengaruhi Struktur Otak, Yuk Turunkan Berat Badan! 

Christian Morris, pengacara yang mewakili keluarga dalam gugatan perdata menyatakan bahwa otak Chantel Giacalone dibiarkan tanpa oksigen karena petugas ambulans tidak memiliki epinefrin IV yang merupakan pengobatan adrenalin untuk reaksi alergi parah.

Sebaliknya, mereka memberikan epinefrin intramuskular. Alhasil, setelah melewati persidangan, rumah sakit siap membayar Rp431 miliar meskipun mereka menyangkal paramedis telah melakukan kesalahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini