Amerika Tangguhkan Vaksin Johnson & Johnson Usai Muncul Kasus Serius

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 481 2394302 amerika-tangguhkan-vaksin-johnson-johnson-usai-muncul-kasus-serius-9aoTjsEQ2R.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

PUSAT Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mulai menyelidiki laporan kematian seorang perempuan asal Virginia pada Maret lalu usai menjalani vaksinasi covid-19. Kasus ini dilaporkan diduga terkait penggunaan Vaksin Johnson & Johnson.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa seorang perempuan berusia 45 tahun mendapat Vaksin Johnson & Johnson pada 6 Maret, kemudian mengalami penurunan kondisi kesehatan yang terus memburuk setiap harinya.

Baca juga: IDI Sebut Vaksin dari China Aman dan Layak, Berikut Pemaparannya 

Perempuan yang tidak disebutkan namanya itu lalu mendatangi rumah sakit pada 17 Maret karena kesehatannya makin buruk. Dikatakan dalam laporan tersebut, tubuhnya menjadi kering, sakit kepala yang parah, dan kelemahan tubuh sebelah kiri.

Diagnosis pun keluar, perempuan itu mengalami herniasi otak dan dinyatakan mati otak pada 18 Maret atau sehari setelah dirinya mendatangi rumah sakit.

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

Menurut laporan NBC Washington, Rabu (14/4/2021), CDC bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) saat ini sedang menyelidiki kasus tersebut. Bahkan secara keseluruhan ada enam kasus serupa di mana masalahnya ada pada terjadinya pembekuan darah tidak lazim usai divaksin pada perempuan berusia 18 hingga 48 tahun.

Di Amerika Serikat sendiri Vaksin Johnson & Johnson sudah disuntikkan sebanyak 6,8 dosis. Sebagian besar laporannya tanpa efek samping atau efek samping ringan.

Baca juga: Kejar Target, Pemerintah Perlu Perbanyak Vaksinasi Keliling 

Wilayah Virginia sendiri sudah menghentikan penggunaan Vaksin Johnson & Johnson akibat adanya kasus ini. Juru Bicara Vaksinasi Negara Bagian Virginia dr Danny Avula menjelaskan keputusan itu demi keselamatan banyak orang.

"Kami sedang menanti hasil penyelidikan yang dilakukan CDC dan FDA terkait efek samping ini. Untuk sementara waktu kami hentikan penyuntikan Vaksin Johnson & Johnson di Virginia. Di sisi lain, masyarakat bisa mendapatkan dua merek vaksin yaitu Pfizer dan Moderna," paparnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini