China Bakal Campur Beberapa Merek Vaksin Covid-19, Ini Respons Kemenkes

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 481 2394346 china-bakal-campur-beberapa-merek-vaksin-covid-19-ini-respons-kemenkes-UsQGzJOwvU.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH China mengakui bahwa vaksin covid-19 buatan mereka memiliki efektivitas yang kurang baik. Kabar ini pun pastinya berdampak terhadap masyarakat Indonesia yang sudah menggunakan Vaksin Sinovac asal China.

Namun, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan informasi tersebut. Sebab sampai saat ini Vaksin Sinovac masih diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO) dapat mengatasi pandemi covid-19.

Baca juga: Amerika Tangguhkan Vaksin Johnson & Johnson Usai Muncul Kasus Serius 

Salah satu alasannya adalah efikasi Vaksin Sinovac yaitu 65 persen atau berada di atas batas minimun yang ditetapkan WHO yakni 50 persen. Kemudian Vaksin Sinovac sudah mengantongi izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

Hal yang menarik dari pernyataan Pemerintah China, selain pengakuan vaksin buatannya kurang manjur, adalah mereka berencana mencampur sejumlah vaksin covid-19 merek lain dengan harapan bisa meningkatkan kemanjuran dari vaksin buatan mereka.

Rencana ini pun sudah diketahui Kemenkes. Siti Nadia menjelaskan bahwa kabar tersebut sudah diterima Kemenkes dan untuk langkah selanjutnya Pemerintah Indonesia akan menunggu uji klinis lanjutan dari China mengenai pencampurnan vaksin serta efeknya terhadap efikasi dan efektivitas vaksin yang sudah ada.

Baca juga: Kejar Target, Pemerintah Perlu Perbanyak Vaksinasi Keliling 

"Sampai sekarang kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Inovasi yang diusulkan Pemerintah China adalah sesuatu yang inovatif, tapi apakah efektivitas, imunogenitas, dan efikasinya benar-benar memberikan hasil positif? Masih belum ada laporannya," kata Siti Nadia dalam keterangan pers secara virtual beberapa waktu lalu.

"Jadi, ada baiknya kita tunggu bersama hasil uji klinis sampai tahap publikasi yang sedang dilakukan China terkait inovasi menyampur vaksin covid-19 dengan beberapa merek vaksin lainnya," jelas dia.

Siti Nadia menambahkan, apabila hasil uji klinisnya sudah tayang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yang akan menindaklanjutinya.

"Kebijakan lebih lanjutnya akan disampaikan kalau memang hasilnya sudah keluar. Dari hasil itu juga yang akan menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil Indonesia untuk program vaksinasi ini," pungkasnya.

Baca juga: Lakukan 3 Hal Penting Ini Sebelum Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini