Divaksin Covid-19 Ketika Puasa, Adakah Efek yang Harus Dikhawatirkan?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 481 2394531 divaksin-covid-19-ketika-puasa-adakah-efek-yang-harus-dikhawatirkan-DU69gyHElB.jpg Puasa (Foto: The Conversation)

Program vaksinasi nasional untuk tahap II, ditujukan untuk kelompok orang-orang lanjut usia (lansia) dan para petugas pelayanan publik masih terus berjalan di bulan Ramadan ini. Baik untuk penyuntikan dosis pertama ataupun penyuntikan dosis kedua.

Mengingat vaksinasi diberikan saat sebagian besar masyarakat Indonesia tengah menjalankan ibadah puasa. Menimbulkan dilema, ketika divaksin Covid-19 saat berpuasa, adakah efek yang harus dikhawatirkan setelahnya?

 Vaksin Covid-19

Tenang, ternyata seperti dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Kathi Swaputri Kancana, Sp.PD, secara umum tidak ada efek samping yang patut untuk dicemaskan ketika menerima vaksin Covid-19 ketika sedang berpuasa.

“Pada dasarnya, tidak ada dampak atau efek vaksinasi Covid-19 tertentu ketika orang puasa atau tidak. Setelah vaksinasi Covid-19, tubuh akan mulai merespon vaksin yang masuk untuk membentuk antibodi yang akan tercapai maksimal hingga 28 hari pasca vaksin dosis kedua. Pada beberapa kondisi memang akan terjadi reaksi seperti nyeri pada bekas suntikan yang akan hilang sekitar maksimal 2 hari setelah vaksinasi atau reaksi lainnya seperti kelelahan. Reaksi itu merupakan respons tubuh kita yang sedang bekerja membentuk antibodi,” ujar Dokter Kathi, Rabu (14/4/2021).

Jika tubuh terasa lemas begitu selesai disuntik vaksin ditambah dalam kondisi tengah berpuasa seharian, Dokter Yoana Periskila, MKK, selaku Ketua Gugus Covid-19 Primaya Hospital Bekasi Barat menyarankan, untuk langsung beristirahat dan tidak melakukan kegiatan berat.

Selain itu, direkomendasikan juga untuk mengonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang ketika makan sahur dan berbuka puasa.

Di sisi lain, DR. dr. Rachmat Latief, Sp.PD, KPTI, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pentayit Infeksi Tropis dari Primaya Hospital Makassar menegaskan, harus dibedakan apakah efek tubuh terasa lemas itu muncul karena berpuasa atau memang ada faktor lain.

“Kondisi badan lemas saat puasa biasanya disebabkan oleh penurunan kadar glukosa saat pagi hingga siang hari, di mana setelah itu tubuh akan berproses untuk mencukupkan kadar glukosa dalam darah dengan mengambil glukosa cadangan dalam tubuh dan hal ini sama sekali tidak berdampak pada pasca penyuntikan vaksin Covid-19,” ujar DR. dr. Rachmat Latief, Sp.PD, KPTI.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini