Kenapa Sih Harus Berbuka dengan Makanan atau Minuman Manis?

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 23:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 612 2394845 kenapa-sih-harus-berbuka-dengan-makanan-atau-minuman-manis-jK26E8GEVj.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MUNGKIN kita sering mendengar orang mengatakan berbukalah dengan makanan atau minuman manis. Tapi, tahukah Anda kenapa konsumsi makanan manis sangat dianjurkan setelah berpuasa?

Pasalnya, selama beraktivitas seharian tubuh kita tentu memerlukan energi. Sayangnya, asupan energi yang masuk kita batasi, dan baru dipenuhi ketika kita berbuka.

Padahal, untuk menghasilkan energi, tubuh memerlukan glukosa atau gula darah. Glukosa bisa didapatkan dari karbohidrat maupun makanan manis lainnya.

Glukosa merupakan bahan bakar utama penghasil energi. Bila kadar glukosa pada tubuh berkurang, biasanya akan timbul rasa letih dan lesu. Tak hanya itu, glukosa juga dibutuhkan oleh otak untuk berfungsi dengan benar. Aliran glukosa yang kurang ke otak dapat mengurangi ngelamun.

Puasa

Dampak negatif karena tubuh kekurangan glukosa rentan terjadi pada saat bulan Ramadan. Sebab, selama kurang lebih 14 jam orang akan berpuasa sehingga tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke tubuh. Dengan begitu asupan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh menjadi berkurang.

"Pada saat puasa kadar glukosa, glikogen, lemak, dan protein menurun. Di sore hari sekira jam 4an biasanya tubuh akan semakin lemas karena tidak mendapatkan asupan glukosa yang cukup," ungkap dokter spesialis gizi, dr Fiastuti Witjaksono, SpGK.

Guna mengatasi hal ini, diperlukan siasat yang bisa dilakukan pada saat berbuka. "Awali buka puasa dengan makanan manis agar cepat menggantikan kadar gula darah yang sudah turun. Teh manis, kurma, kolak, dan koktail buah bisa dijadikan pilihan," imbuh dr Fiastuti.

Walau begitu, orang yang berpuasa juga tidak boleh asal memilih makanan dan minuman saat berbuka. Jangan semata-mata memilih makanan dan minuman yang manis, tapi perhatikan pula suhunya. Sebab makanan dan minuman yang bersuhu terlalu panas atau dingin dapat menginfeksi tenggorokan yang kering.

"Usahakan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sesuai dengan suhu tubuh. Hindari makanan bersuhu tinggi atau minuman yang terlalu dingin karena dapat meningkatkan risiko infeksi tenggorokan," jelas dr Fiastuti. 

Setelah kadar gula darah sudah meningkat karena mengonsumsi makanan atau minuman manis, mereka yang berpuasa bisa makan besar. Akan tetapi, selalu ingat untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dimana memenuhi semua kebutuhan makronutrien tubuh. Hal ini dilakukan guna menjaga kesehatan tubuh selama bulan puasa. 

Jangan lupa pula untuk minum air mineral paling tidak 3-4 gelas pada saat setelah berbuka untuk menggantikan cairan yang hilang agar tidak dehidrasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini