Pasien Diabetes Puasa Ramadhan, Biar Aman Terapkan Strategi Ini

Antara, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 481 2394998 pasien-diabetes-puasa-ramadhan-biar-aman-terapkan-strategi-ini-KODAkQreTh.jpg Ilustrasi puasa Ramadhan. (Foto: Shutterstock)

IBADAH puasa Ramadhan 1442 Hijriah sudah beberapa hari dijalani umat Islam di dunia. Semua kaum kaum Muslimin pun bersemangat menjalankannya, termasuk para pasien diabetes. Mereka tetap bisa menjalankan ibadah puasa, tapi harus menerapkan strategi khusus.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Sriwijaya, Lingga Gumelar, mengatakan pasien diabetes supaya aman menjalankan ibadah puasa bisa dibarengi dengan olahraga. Mereka tetap bisa olahraga walaupun sedang puasa Ramadhan, tapi harus memerhatikan sejumlah hal, salah satunya waktu.

Baca juga: Makanan Sehat untuk Diabetes Tipe 1, Apa Saja? 

"Sebaiknya lakukan olahraga 1–2 jam sebelum berbuka puasa agar tidak mengakibatkan gula darah terlalu rendah," ujar dr Lingga dalam sebuah diskusi virtual, seperti dikutip dari Antara, Kamis (15/4/2021).

Menurut dia, sama seperti orang sehat pada umumnya, olahraga tidak boleh dilakukan berlebihan apalagi selama berpuasa karena bisa memicu gula darah terlalu rendah.

Ilustrasi diabetes. (Foto: Boldsky)

Menjaga tubuh tetap aktif selama Ramadhan sebenarnya juga bisa melalui rutin melakukan sholat, termasuk sholat sunah tarawih. Ia mengatakan, melakukan Sholat Tarawih yang juga mencakup gerakan dalam sholat biasanya yakni gerakan sujud, rukuk, berdiri yang bisa dianggap sebagai aktivitas fisik.

Terkait pengaturan makan, dr Lingga merekomendasikan pasien memenuhi 50 persen kebutuhan energinya dalam sehari saat berbuka puasa yang terbagi menjadi 10 persen makanan ringan sebelum Sholat Magrib dan 40 persen makanan utama sesudah Sholat Magrib.

Baca juga: 13 Cara Mencegah Diabetes Tipe 2, Yuk Segera Dilakukan 

Kemudian 10 persen makanan ringan sesudah Shalat Tarawih dan makanan utama sebesar 40 persen pada saat sahur.

Makanan yang dikonsumsi harus bergizi seimbang dengan proporsi karbohidrat 45–65 persen, protein 15–20 persen, dan lemak 20–25 persen. Pasien juga jangan melupakan zat gizi lain seperti mineral serta vitamin.

Saat sahur sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, kentang, jagung, gandum karena akan dicerna lebih lambat sehingga dapat membuat diabetesi merasa kenyang lebih lama dan dapat menjaga gula darah lebih stabil.

"Konsumsi karbohidrat kompleks ini harus disertai sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam, putih telur, tahu, tempe dengan porsi 1–2 potong sedang, serta sayur dan buah dalam jumlah 1–2 porsi," jelasnya.

Baca juga: 5 Manfaat Menurunkan Berat Badan bagi Penderita Diabetes Tipe 2 

Dia mengingatkan pasien diabetes boleh berpuasa selama kurang lebih 14 jam sehari tidak mengganggu kesehatannya asalkan kadar gula darah terkontrol yakni 80–126 mg/dl saat puasa dan 80–180 mg/dl dua jam setelah makan.

Kemudian pasien tidak menggunakan suntikan insulin lebih dari dua kali sehari, faal hati dan ginjal baik, tidak ada gangguan pembuluh darah otak yang berat, tak ada kelainan pembuluh darah jantung, cadangan lemak tubuh cukup, tidak ada kelainan hormonal lain dan demam tinggi.

Sebaliknya, pasien diabetes sebaiknya tidak berpuasa diabetes tipe 1-nya sulit terkendali, menggunakan suntikan insulin lebih dari dua kali sehari, gula darah tidak terkendali, pernah mengalami koma ketoasidosis, hamil dan berusia lanjut yang diperkirakan sulit memahami komplikasi-komplikasi yang mungkin timbul.

Baca juga: 5 Bahan Pengganti Gula, Yuk Beralih Sebelum Diabetes 

Selain itu, pasien yang pernah lebih dari dua kali mengalami episode hipoglikemia, hiperglikemia selama Ramadhan dan riwayat penyakit lain yang berat seperti jantung, ginjal, lever, serta darah tinggi.

"Pasien yang tidak terkontrol bila berpuasa bisa menimbulkan komplikasi berat seperti hipoglikemi, hiperglikemi, ketoasidosis diabetik, dehidrasi dan trombosis," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini