Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin Dosis Pertama, Bisakah Lanjut ke Suntikan Kedua?

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 481 2395079 terinfeksi-covid-19-usai-vaksin-dosis-pertama-bisakah-lanjut-ke-suntikan-kedua-XYGXGxbVfV.jpg Divaksin Covid-19 (Foto: Johns Hopkins Medicine)

Mengingat vaksin Covid-19 bukan merupakan obat penangkal yang membuat seseorang kebal terhadap infeksi penyakit Covid-19. Tak heran, kita bisa mendapati seseorang yang sudah disuntik vaksin dosis pertama kemudian diketahui tetap bisa positif terinfeksi Covid-19.

Merujuk pada kasus positif terinfeksi setelah divaksinasi dosis pertama, apakah vaksin dosis yang kedua menjadi tidak perlu dilanjutkan?

 terinfeksi Covid-19

Mengutip Huffingtonpost, Kamis (15/4//2021) jika Anda terinfeksi Covid-19 di tengah proses kelengkapan imunisasi, Anda tetap harus mendapatkan vaksin dosis yang kedua, namun dengan pengaturan waktu yang kemungkinan bisa berbeda.

Suntik vaksin Covid-19 kedua tetap harus didapatkan, seperti yang dijelaskan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), para ahli kesehatan sampai saat ini masih belum benar-benar tahu berapa lama orang bisa terlindungi dari sakit lagi setelah pulih dari Covid-19 dan reinfeksi (terkena lagi) bisa saja terjadi.

Perlu diperhatikan, jika positif Covid-19 di tengah-tengah proses kelengkapan vaksinasi alias di antara dosis. Maka jadwal vaksinasi dosis kedua mungkin sedikit berubah.

Seseorang disebutkan tak boleh berencana untuk divaksinasi sampai memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh CDC untuk mengakhiri isolasi Anda.

Ini salah satunya, bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan orang lain saat Anda harus dikarantina. Tapi di saat yang bersamaan, ini juga untuk memberi tubuh kesempatan terbaik dalam mengembangkan respons imun yang kuat.

“Anda harus menunggu sampai sembuh dari penyakit akut ini. Anda benar-benar ingin memberi sistem kekebalan tubuh Anda sendiri kesempatan terbaik untuk merespons vaksin, ” ujar Valerie Cluzet, dokter penyakit menular dan direktur medis pengendalian infeksi dan penatalayanan antibiotik di Nuvance Health.

Senada dengan dokter Valerie, Paul Pottinger, ahli penyakit menular di Universitas Washington mengatakan, merujuk pada pedoman yang dikeluarkan oleh CDC, untuk jadwal vaksinasi dosis yang kedua memang akan terjadi perubahan jika orang yang menerima vaksin tersebut positif terinfeksi.

“CDC mengatakan bahwa selama Anda diizinkan untuk meninggalkan rumah, Anda dapat diimunisasi sesuai jadwal, atau sedekat mungkin dengan jadwal yang Anda bisa. Tetapi karena ini adalah sumber daya yang sangat berharga, CDC telah meminta kami untuk mempertimbangkan untuk menunda dosis kedua dalam waktu 30 hari sejak timbulnya gejala, karena itu memungkinkan orang lain untuk diimunisasi,” kata Paul.

Sejatinya, agar tidak terpapar Covid-19 semua orang bahkan yang sudah divaksin pun tetap harus menjalankan protokol kesehatan ketat sehari-hari. Seperti tetap disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan air dan sabun dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Kecuali, orang-orang di sekitar kita semuanya sudah lengkap divaksinasi atau masuk dalam golongan orang beresiko rendah meskipun belum divaksin.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini