Lemas hingga Pusing saat Puasa, Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Antara, Jurnalis · Jum'at 16 April 2021 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 481 2395273 lemas-hingga-pusing-saat-puasa-ini-penyebabnya-dan-cara-mengatasinya-AaZNA1KLcG.jpg Ilustrasi lemas dan pusing saat puasa. (Foto: Pressfoto/Freepik)

UMAT Islam di dunia baru saja menyongsong bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Rutinitas ibadah puasa pun langsung dijalani. Tapi ternyata ada masalah kesehatan yang dirasakan sejumlah orang ketika puasa, di antaranya sering merasa lemas hingga pusing.

Penyebab lemas saat puasa bukan hanya asupan makanan bergizi yang tidak seimbang, tetapi juga kurangnya asupan cairan. Demikian dijelaskan dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia (UI) Putri Sakti.

Baca juga: Pasien Diabetes Puasa Ramadhan, Biar Aman Terapkan Strategi Ini 

"Selain makanan, jangan lupakan asupan cairan, karena kalau tubuh lemas bukan hanya kurang kalori atau karbohidrat, tetapi juga bisa jadi karena kekurangan cairan," jelasnya dalam diskusi virtual, Kamis (15/4/2021), seperti dikutip dari Antara.

Ilustrasi puasa. (Foto: Reuters)

Anda perlu memastikan bisa mendapatkan asupan setidaknya 2 liter cairan atau air minum per hari yang dibagi saat sahur dan berbuka puasa. Untuk memudahkan, ada waktu pembagian minum yang bisa diterapkan, yakni segelas setelah bangun tidur (pukul 03.00), setelah makan sahur (04.00), menjelang imsak atau azan subuh (04.20), saat adzan magrib, setelah makan berat, setelah Sholat Tarawih, dan sebelum tidur.

Baca juga: Cara Oki Setiana Dewi Ajarkan Anak-Anak Berpuasa sejak Dini 

Anda juga bisa menyiasati asupan cairan melalui masakan misalnya dengan makanan berkuah atau buah yang banyak mengandung air seperti semangka ketimbang pisang untuk membantu hidrasi tubuh.

"Lemas bisa diatasi dengan asupan cairan cukup dan karbohidrat tepat, karbohidrat pilih yang kompleks," terangnya.

Selain lemas, konstipasi atau sembelit juga menjadi masalah yang kerap muncul selama Ramadhan terutama di pekan pertama. Supaya tidak mengalaminya, Anda harus memastikan asupan cairan, serat dan olahraga cukup.

Kalau merasa pusing, segera perbaiki waktu tidur. Putri menyarankan tidur berkualitas 7 hingga 8 jam per hari.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa? Ini Penjelasan Ustadz 

Saat Ramadhan, cobalah tidur 1 jam lebih awal agar tidak terlewat waktu sahur. Untuk memudahkan tidur, sebaiknya jangan olahraga mendekati waktu tidur dan ciptakan suasana nyaman misalnya gelap, tenang, dan sejuk sebelum tidur.

Anda juga bisa menyempatkan tidur 1 jam setelah shalat subuh dan tidur siang 1 jam. Ingatlah jangan tidur dalam kondisi kekenyangan terutama usai sahur. Asupan serat yang cukup dari sayuran dan buah juga bisa membantu Anda menghindari terkena pusing.

Baca juga: Buka Puasa Bisa dengan Es Krim, Ketahui Beragam Manfaatnya 

Kemudian bagi mereka yang sering mengalami nyeri ulu hati berhubungan dengan asam lambung sebaiknya hindari makanan mengandung gas saat sahur seperti kubis, kembang kol, brokoli, kemudian makanan terlalu asam, pedas, terlalu tinggi serat seperti apel dan kafein saat sahur.

Terakhir, makanlah secara bertahap saat berbuka puasa untuk memberikan waktu pada sistem pencernaan beradaptasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini