Pemakaian Vaksin Covid-19 Ini Ditangguhkan, Apa Penyebabnya?

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 481 2395312 pemakaian-vaksin-covid-19-ini-ditangguhkan-apa-penyebabnya-aCjPAtsnfy.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Apa)

Rupanya terdapat kabar kurang baik seputar penggunaan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Johnson & Johnson. Kabar ini terkait penangguhan pemakaian vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Seperti dilapor NBC News, Kamis (15/4/2021) panel penasihat CDC menolak untuk membuat rekomendasi baru tentang penggunaan vaksin Johnson & Johnson Covid-19, yang akan tetap dihentikan sementara karena penyelidikan terhadap laporan kasus langka penggumpalan darah parah yang terus berlanjut.

 Vaksin Covid-19

CDC bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pertama kali merekomendasikan penangguhan pada 13 April 2021, setelah ada enam orang diketahui mengalami pembekuan darah serius (kasus jarang terjadi) setelah menerima vaksin Covid-19 dari Johnson & Johnson. Alhasil, saat ini 50 negara bagian untuk sementara berhenti memberikan vaksinasi dengan menggunakan vaksin Johnson & Johnson.

Enam kasus terjadinya pembekuan darah langka ini disebut trombosis sinus vena serebral atau CVST yakni pembekuan darah langka di pembuluh yang menuju ke luar otak serta tingkat trombosit yang rendah. Semua kasus terjadi pada wanita kulit putih antara usia 18 dan 48 tahun dan terjadi enam hingga 13 hari setelah disuntik vaksin.

Banyak ahli di komite tersebut mengatakan, mereka tidak memiliki cukup informasi saat ini untuk membuat keputusan. Sementara dua vaksin Covid-19 lainnya yang resmi di AS tersedia secara luas dan tidak memiliki masalah keamanan seperti demikian.

Mendalami kasus ini, setidaknya panel penasihat CDC disebutkan membutuhkan waktu setidaknya selama satu pekan untuk berkumpul dan berdiskusi.

“Kami memang perlu lebih memahami risikonya, yang kami tahu akan sangat jarang, sangat rendah, tetapi kami benar-benar tidak tahu persis seberapa rendah atau cara terbaik untuk menangani kasus tersebut,” ujar Dr. Beth Bell, anggota panel penasehat sekaligus profesor klinis di departemen kesehatan global di University of Washington, Seattle.

Penangguhan penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson ini, disebutkan Dr. Grace Lee, profesor pediatri di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford membuat seolah dunia tengah berpacu dengan waktu dan varian virus. Tapi di sisi lain, penangguhan ini harus dilakukan demi alasan keamanan.

“Saya terus merasa kita berpacu dengan waktu dan variannya. Tapi kita perlu melakukannya dengan cara yang seaman mungkin,” kata Dr. Grace.

FDA akan memperhatikan seksama analisis dari komite panel penasihat. Sebagai regulator, FDA mengubah otorisasi penggunaan darurat Johnson & Johnson jika temuan baru saat penyelidikan berlanjut. Untuk saat ini, vaksin tersebut diizinkan untuk penggunaan darurat pada orang yang berusia 18 tahun ke atas.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini