Demi Cuti Berbayar, Pria Ini 4 Kali Nikah dan 3 Kali Cerai dalam 37 Hari

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 612 2395031 demi-cuti-berbayar-pria-ini-4-kali-nikah-dan-3-kali-cerai-dalam-37-hari-iEFcwPNF33.jpg Ilustrasi pernikahan. (Foto: Shutterstock)

SEORANG pria asal Taiwan nekat menikah sebanyak 4 kali dan cerai 3 kali dalam kurun waktu 37 hari. Hal itu dilakukan untuk memperpanjang cuti berbayar di tempatnya bekerja. Berdasarkan hukum di Taiwan, seseorang berhak mendapat 8 hari cuti berbayar ketika menikah. Pria yang berkerja sebagai juru tulis ini pun mendapatkan haknya saat menikah pada 6 April 2020.

Pria yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan bahwa hanya cara itu yang bisa dilakukan agar dirinya bisa cuti namun tetap dibayar. Ia lantas mempersiapkan cara cerdik dengan menceraikan istrinya pada hari terakhir cuti 8 hari.

Baca juga: Viral Gaji Karyawan Dipotong karena Terlalu Lama di Toilet 

Pria itu menceraikan istrinya hanya untuk menikahinya lagi keesokan harinya dan meminta cuti berbayar lagi. Sebab menurut hukum, pria tersebut berhak menerimanya. Ia lantas menikahi wanita yang sama tersebut sebanyak 4 kali dan menceraikannya 3 kali dalam 37 hari.

Merangkum dari laman Oddity Central, Kamis (15/4/2021), alhasil pria tersebut mendapatkan total cuti berbayar selama 32 hari. Meski demikian, segala upaya cerdik yang dilakukan pria itu rupanya tidak berjalan mulus seperti diharapkan.

Ilustrasi cincin pernikahan. (Foto: Unsplash)

Sebab ketika ia bercerai dan kemudian menikahi wanita yang sama keesokan harinya, bank tempat dia bekerja mengetahui cara cerdik yang dilakukan. Alhasil, bank tersebut menolak memberinya cuti berbayar 8 hari lagi.

Setelah menjalankan rencana awalnya, pegawai bank tersebut mengajukan pengaduan terhadap kantornya di Biro Tenaga Kerja Kota Taipei. Ia menuduh bank tempatnya bekerja melanggar hukum dengan tidak mematuhi pasal 2 terkait aturan cuti tenaga kerja.

Baca juga: Viral Anjing Dijadikan Sarana Kampanye Berjalan, Aktivis Hewan Geram 

Pasal itu menyatakan karyawan berhak mendapat 8 hari cuti berbayar ketika menikah. Dikarenakan pria tersebut telah menikah 4 kali, maka seharusnya menerima 32 hari cuti berbayar.

Biro Tenaga Kerja melakukan penyelidikan atas masalah yang dilaporkan oleh karyawan tersebut, dan memutuskan bahwa bank memang telah melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Perusahaan tersebut akhirnya membayar sebesar USD700 atau sekira Rp10 juta pada Oktober 2020. Meski demikian, perusahaan tersebut mengajukan banding. Mereka mengklaim penyalahgunaan cuti pernikahan yang bermaksud jahat bukanlah penyebab sah cuti di bawah aturan cuti tenaga kerja.

Pada 10 April, Biro Tenaga Kerja Beishi dengan enggan mendukung keputusan sebelumnya. Alasannya, meskipun perilaku pegawai bank tidak etis, ia tidak melanggar hukum.

Baca juga: Heboh Pria Keramas di Pinggir Jalan Thamrin, Netizen: Biar Ganteng Pas Antre Takjil 

Sebaliknya, perusahaan justru telah melanggar pasal 2 mengenai aturan cuti tenaga kerja. Kasus ini menjadi viral di media sosial dan memicu perdebatan sengit antara orang-orang yang tidak percaya.

Netizen menilai karyawan tersebut tidak masuk akal. Tapi beberapa orang benar-benar menegaskan bahwa undang-undang memang mengizinkan siapa pun untuk melakukan aksi yang sama dengan aturan tersebut. Tetapi hingga tahun lalu tidak ada orang yang benar-benar melakukannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini