Pria Ini Bayar Rp1 Miliar ke Mantan Istri yang 30 Tahun Lakukan Pekerjaan Rumah

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 612 2395160 pria-ini-bayar-rp1-miliar-ke-mantan-istri-yang-30-tahun-lakukan-tugas-rumah-fbe4dnYTJu.jpg Ilustrasi. (Foto: Racool Studio/Freepik)

MAHKAMAH Agung Portugal telah memerintahkan seorang pria untuk membayar sebesar 60 ribu euro atau sekira Rp1 miliar kepada mantan istrinya. Ini sebagai kompensasi karena mantan istrinya itu telah melakukan tugas rumah tangga selama 30 tahun pernikahan. Hal ini mungkin sedikit janggal, sebab itu sebenarnya memang tugas utama istri.

Putusan yang dikeluarkan pada 14 Januari 2021 tersebut menjadi viral dan menjadi sorotan banyak media Portugal. Persidangan panjang itu berakhir pada Februari 2021 di mana mantan suami-istri tersebut bertarung di berbagai pengadilan yang berada di Portugal.

Baca juga: Anjing Sering Mengubur Benda-Benda, Ternyata Ini Alasannya 

Sebagaimana dilansir laman Oddity Central, Kamis (15/4/2021), awalnya sang istri meminta setidaknya 240 euro atau sekira Rp4,1 miliar untuk semua pekerjaan yang dilakukannya selama pernikahan. Namun permohonan tersebut ditolak oleh Pengadilan Barcelos yang memutuskan bahwa ia tidak berhak atas kompensasi finansial apa pun.

"Karena pekerjaan yang dihabiskan di rumah tidak secara hukum diwajibkan di bawah serikat de facto, ketentuannya sebagai kontribusi untuk ekonomi bersama dikonfigurasi sebagai pemenuhan kewajiban alam secara spontan," tulis Hakim Pengadilan Barcelos dalam putusannya.

Tidak puas dengan keputusan itu, wanita tersebut lantas mengajukan banding yang kali ini dimenangkannya. Ia dinyatakan berhak mendapat kompensasi sebesar Rp1 miliar. Namun mantan suaminya justru menantangnya di Mahkamah Agung Portugal yang sempat memberikan keputusan untuk memberikan kompensasi terhadap mantan istrinya atas semua pekerjaannya.

Baca juga: Unik, Kumpulan Pohon di Hutan Ini Membentuk Emotikon Wajah Tersenyum Raksasa 

Pengadilan menjelaskan, meskipun tidak terlihat, pekerjaan rumah tangga memiliki nilai ekonomi yang jelas. Sebab, hal ini termasuk pengayaan dan menghemat biaya.

"Tuntutan kesetaraan telah lama melekat pada gagasan keadilan, jadi tidak mungkin untuk mempertimbangkan bahwa semua atau sebagian besar pekerjaan rumah di sebuah rumah, dari anggota serikat de facto, sesuai dengan pemenuhan sebuah kewajiban alamiah, yang didasarkan pada tugas keadilan," isi putusan tersebut.

Sebaliknya, pekerjaan rumah tangga semacam itu menuntut pembagian tugas yang adil. Pasangan ini mungkin setuju bahwa salah satu dari mereka tidak berkontribusi pada penyediaan pekerjaan rumah tangga.

Baca juga: Luar Biasa, Pria Ini Kembangkan 300 Varietas Mangga dalam 1 Pohon 

Terbukti bahwa selama 30 tahun menikah, istrilah yang mengurus rumah dan menyiapkan makanan pasangan. Mahkamah Agung Portugal berpendapat bahwa hal ini menyebabkan keuntungan pasangan anggota yang tidak berpartisipasi dalam pekerjaan rumah tangga. Sebab memungkinkan mereka untuk mendapatkan keuntungan dari hasil kegiatan ini tanpa biaya atau kontribusi.

Pengadilan menetapkan nilai finansial dari pekerjaan rumah tangga yang dilakukan oleh perempuan tersebut dengan menggunakan kriteria upah minimum nasional. Upah minimum nasional tersebut dikalikan 12 bulan, selama 30 tahun pernikahan. Sepertiga dari jumlah tersebut lantas dikurangi sebagai pengeluaran wanita selama periode itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini