Kursi Kosong di Transportasi Publik Terbukti Kurangi Risiko Paparan Virus 57%

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 612 2395197 kursi-kosong-di-transportasi-publik-terbukti-kurangi-risiko-paparan-virus-57-LrQvtXkGLk.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 memang membuat banyak negara harus menerapkan berbagai kebijakan baru. Banyak industri terpukul dengan adanya pandemi Covid-19 ini.

Salah satu yang cukup terpukul adalah industri transportasi, lantaran tidak bisa mengangkut penumpang secara penuh. Bahkan, di Perjalanan udara tidak bisa semua kursi pesawat terisi penuh.

Agar perjalanan di pesawat bisa lebih aman, diterapkan peraturan daya isi penumpang hanya setengah atau 50 persen dari kuota kursi yang asli. Nyatanya, pengosongan sebagian kursi penumpang di pesawat ini memang berpengaruh pada tingkat resiko paparan Covid-19.

Mengutip Reuters, Kamis (15/4/2021) dari studi yang dirilis oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika atau CDC pada Rabu 14 April kemarin, menemukan bahwa kursi tengah dari seat tiga kursi pesawat yang dikosongkan dapat mengurangi tingkat paparan virus corona dari 23 persen hingga 57 persen jika dibandingkan penerbangan dengan kursi yang diisi full.

Kursi pesawat

Para peneliti dari CDC dan Kansas State University mendasarkan temuan mereka pada pemodelan laboratorium paparan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19 pada pesawat lorong tunggal (single aisle) dan lorong ganda (double aisle) pada November 2020.

Penelitian ini sendiri disebutkan, didukung oleh hasil penyelidikan terpisah tentang penularan virus corona pada penerbangan internasional 10 jam pada Maret 2020, yang mana diketahui ada sebanyak 16 orang terinfeksi di dalamnya.

Studi tersebut menemukan 75% penumpang yang terinfeksi duduk di antara dalam dua baris penumpang yang bergejala.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini