Penderita Penyakit Jantung Boleh Puasa, Asal..

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 16 April 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 481 2395947 penderita-penyakit-jantung-boleh-puasa-asal-kc6P9pMtOl.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEREKA yang menderita penyakit jantung memang disarankan menjalani puasa. Pasalnya, puasa memiliki manfaat kesehatan yang signifikan bagi pasien dengan kondisi kardiovaskular stabil.

Penderita penyakit jantung, memang baik untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Mereka yang mengalmi masalah jantung, akan memperoleh manfaat puasa jika mereka mengonsumsi porsi makan lebih kecil setelah berbuka puasa.

Meski demikian, Kardiologis Dr Benny Panakkal BSc, MBBS, MD, dari Badr Al Samaa Hospital, Ruwi, mengatakan bahwa ada beberapa pasien penyakit jantung yang tidak bisa melakukan puasa.

Jantung

Menurutnya, puasa dapat memengaruhi pasien yang menderita serangan jantung akut. Menurutnya, pasien-pasien ini tidak bisa puasa dalam waktu enam pekan setelah serangan jantung.

“Selain itu, pasien yang menjalankan pengobatan untuk gagal jantung dan mengonsumsi obat-obatan, seperti Lasix untuk menghilangkan cairan dari tubuh, harus menghindari puasa,” katanya seperti dikutip Omanobserver.

Dr Benny menjelaskan, jika terjadi ketidakseimbangan asupan air atau hilang dari tubuh, maka pasien penyakit jantung tersebut berisiko mengembangkan masalah kesehatan lain. Dampaknya bukan hanya kehilangan cairan tubuh atau dehidrasi.

“Kehilangan air yang berlebihan tanpa mengganti dengan air minum dapat menyebabkan dehidrasi dan tekanan darah rendah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah lebih lanjut,” tuturnya.

Lebih lanjut, pasien yang setelah menjalani operasi jantung terbuka juga tidak bisa berpuasa, terhitung dari enam pekan paska operasi. Lainnya adalah pasien penyakit jantung yang memerlukan observasi konstan. (Baca: Fakta Penyakit Jantung Patut Anda Pahami)

“Pasien jantung yang sedang minum obat pengencer darah atau antikoagulan, dan pasien dengan kondisi memerlukan observasi konstan lebih baik menghindari puasa, kecuali sudah memperoleh izin dari dokter,” tukas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini