Tak Tertular ketika Orang Menguap, Bisa Jadi Tanda Psikopat Loh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 16 April 2021 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 612 2395916 tak-tertular-ketika-orang-menguap-bisa-jadi-tanda-psikopat-loh-VurgFifSPU.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERNAH menguap, hanya karena melihat orang lain menguap? Padahal Anda tidak merasa lelah atau mengantuk. Lantas, apa penyebab kita menguap ketika orang lain menguap?

Menariknya, ini tidak hanya dialami manusia. Hewan juga bisa tertular menguap, seperti kuda nil, babi, simpanse, ular, bahkan hiu. Ada beberapa alasan manusia bisa tertular menguap.

Sebuah penelitian menyebut, hampir 60% hingga 70% orang tertular saat mereka melihat orang menguap baik. Bahkan tidak hanya melihat secara langsung, namun juga melalui foto bahkan tulisan.

Salah satunya karena adanya rasa empati. Hal ini diibaratkan ketika seseorang melemparkan senyuman kepada Anda, dan Anda membalas senyuman tersebut. Alasan ini diungkapkan oleh ilmuwan di University of Connecticut yang mengadakan penelitian pada 2010.

menguap

Mereka menemukan bahwa sebelum empati berkembang pada anak, mereka tak akan terpengaruh oleh fenomena tersebut, setidaknya hingga usia empat tahun. Hal serupa juga ditemukan pada orang yang menderita autisme karena kesulitan untuk menunjukkan rasa empatinya. Oleh karena itu, mereka tak akan banyak terpengaruh saat ada orang lain di hadapannya yang menguap.

Menurut teori lainnya, manusia dapat tertular karena terdapat rangsangan pada otak. Fenomena ini juga dikaitkan dengan sistem komunikasi alam bawah sadar yang melindungi nenek moyang terdahulu dari bahaya.

Kemudian pada 2015, ditemukan pula bahwa seorang psikopat juga tak akan tertular menguap karena kurangnya rasa empati. Hal ini diketahui setelah dilakukan pengujian terhadap 135 orang mahasiswa. Mereka ditugaskan untuk menonton video pendek berdurasi 10 detik yang memperlihatkan orang sedang menguap.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini