Pasien Diabetes Jangan Buka Puasa Berlebihan agar Gula Darah Terjaga

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 481 2396328 pasien-diabetes-jangan-buka-puasa-berlebihan-agar-gula-darah-terjaga-cQmjoUuyMg.jpg Jangan buka puasa berlebihan (Foto: Brain world magazine)

Di tengah pandemi Covid-19, umat Islam tetap melaksanakan ibadah puasa. Termasuk pasien diabetes juga menjalani ibadah puasa.

Namun pasien diabetes harus menjaga gula darah di dalam tubuh tetap terkontrol supaya terhindar dari hipoglikemia atau gula darah turun.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Siloam Hospitals Manado, Dokter Diane Paparang Sp.GK mengatakan, pasien diabetes juga harus mencegah hiperglikemia yakni gula darah tinggi akibat makan berlebihan saat berbuka.

 buka puasa jangan makan berlebihan

Secara umum, ujar Dokter Diane, pasien diabetes harus tetap menjaga sistem imun supaya jangan turun karena berpuasa di tengah pandemi Covid 19. Apalagi puasa di tengah pandemi bisa membuat seseorang mengalami perubahan kebiasaan dan pola makan yang akan sangat berpengaruh terhadap perubahan metabolisme tubuh.

"Kendala lain saat berbuka puasa, umumnya kita akan makan secara berlebih karena merasa kurangnya asupan selama melaksanakan puasa, dan tidak sesuai komposisi yang seimbang antara karbohidrat, protein dan lemak. Hal ini justru membahayakan pasien diabetes itu sendiri", kata Dokter Diane, Minggu, (18/4/2021).

Menurut Dokter Diane, hal penting yang tepat dilakukan, adalah harus diiringi dengan mengikuti pola makan seimbang dan prinsip 3J, yaitu dengan menghitung jumlah kalori ideal yang harus dikonsumsi tubuh, kemudian harus memperhatikan jenis serta jumlah makanan yang dikonsumsi.

"Untuk itu harus bisa mengatur porsi makan pada saat berpuasa agar kadar gula darah tetap terjaga," kata Dokter Diane mengingatkan.

Pengaturan porsi makan tentunya sangat mempengaruhi perubahan gula darah dalam tubuh. Adapun jenis makanan sehat yang ideal adalah makanan yang mengandung 45-65% karbohidrat, 10-20% protein, lemak 20-25%, serta vitamin dan mineral yang penting untuk sistem imun.

Dokter Diane juga mengingatkan, bahwa menghindari makanan dan minuman manis yang mengandung gula merupakan hal penting yang harus dilakukan pasien diabetes. Termasuk membatasi konsumsi gula per hari dengan 50 gram atau sebanyak 4 sendok makan yang disesuaikan jadwal.

"Jumlah asupan kalori yang di sarankan pada saat sahur yaitu sekitar 40% dari total kebutuhan energi dan dianjurkan sahur menjelang imsak," ujarnya.

Pada saat berbuka puasa disarankan untuk tidak Langsung memakan banyak makanan karena hanya akan membuat perut sebah. Makanan berat akan membebani kerja lambung yang sudah beristirahat selama puasa, makan secara bertahap, mulai dari minum air putih, dan sedikit makanan manis sesuai dengan sunnah Nabi.

Namun pada penderita diabetes sebaiknya dari manis buah atau susu khusus diabetes, untuk memenuhi kebutuhan glukosa dan menormalkan gula darah yang menurun selama berpuasa. Jumlah kalori yang di anjurkan sekitar 10% dari total kebutuhan energi tubuh kita.

Setelah berbuka puasa, setelah shalat magrib dilakukan makan utama, disarankan tidak terlalu banyak karena dapat menyebabkan kalori berlebih dan mengakibatkan terjadinya obesitas.

"Jumlah kalori yang di disarankan sekitar 40% dari total kebutuhan energi tubuh. Selingan makan setelah shalat taraweh bisa di lakukan dengan jumlah kalori 10% dari total kebutuhan energi," kata Dokter Diane.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini