Studi Terbaru: Efikasi Vaksin CoronaVac 67%, Cegah Kematian hingga 80%

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 17 April 2021 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 612 2396238 studi-terbaru-efikasi-vaksin-coronavac-67-cegah-kematian-hingga-80-R9ScH9Quwj.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

EFIKASI dari vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh PT Sinovac asal China disebut cukup rendah oleh para ilmuwan China. Bahkan, para ilmuwan pun berencana untuk menggabungkan beberapa vaksin untuk meningkatkan kualitasnya.

Nah, mengutip Reuters, dalam studi pertama di dunia nyata terkait vaksin buatan Sinovac, pemerintah Chili mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 CoronaVac buatan produksi PT Sinovac asal China memiliki efektivitas hingga 67 persen dalam mencegah infeksi penyakit Covid-19 bergejala.

Dari laporan keterangan Menteri Kesehatan Chili, disebutkan bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac tersebut 85 persen efektif dalam mencegah level keparahan infeksi hingga harus dirawat inap di rumah sakit, dan 80 persen efektif mencegah kematian.

Rilis data ini menjadikan Chili bersama Inggris dan Israel, yang telah menggunakan kampanye inokulasi untuk mengumpulkan pengetahuan tentang seberapa efektif vaksin berada di luar uji klinis terkontrol dan ketika dihadapkan pada variabel yang tak bisa diprediksi di masyarakat nyata.

Studi dari pemerintah Chili tersebut meneliti keefektivitas vaksin CoronaVac di antara 10,5 juta orang, melihat kembali pada orang-orang yang telah divaksinasi dan kelompok orang yang belum. Vaksin ini sendiri diberikan di Chili dengan selang waktu kira-kira 28 hari antara suntikan pertama dengan suntikan yang kedua.

Studi digelar dengan mengamati efek vaksinasi di antara orang-orang dalam sistem kesehatan masyarakat antara dari 2 Februari dan 1 April 2021. Menyesuaikan dengan usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, tingkat pendapatan dan kewarganegaraan.

Penulis studi menekankan bahwa hasilnya, contohnya perlindungan yang lebih rendah terhadap kematian daripada dalam uji klinis, harus dipertimbangkan dengan latar belakang pandemi gelombang kedua yang ganas.

Ini membandingkan orang yang tidak diinokulasi, orang yang 14 hari atau lebih setelah menerima satu dosis dan orang yang lebih dari 14 hari setelah menerima dosis kedua. Data menunjukkan, orang yang divaksinasi sebagian (hanya dapat satu suntikan) ternyata jauh lebih rentan tertular Covid-19.

Di sisi lain, data studi ini disebut lebih baik jika dibandingkan dengan data sebelumnya yang dirilis tentang kemanjuran CoronaVac dalam uji klinis. Untuk diketahui, Indonesia sendiri memberikan persetujuan penggunaan darurat untuk pemakaian vaksin Sinovac dengan merujuk pada data sementara yang menunjukkan efikasi vaksin di angka 65 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini