Pedoman Berolahraga bagi Orang yang Terinfeksi Covid-19 dan Penyintas

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 19 April 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 481 2396862 pedoman-berolahraga-bagi-orang-yang-terinfeksi-covid-19-dan-penyintas-STTiTCcNft.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Jika baru saja pulih dari Covid-19 ataupun masih - mengalami efek jangka panjang dari infeksi tersebut, Anda mungkin sangat ingin segera kembali ke kehidupan normal seperti sebelumnya.Salah satu bagian dari rutinitas tersebut, termasuk kebiasaan berolahraga.

Covid-19 sendiri punya efek yang berbeda pada setiap orang. Maka dari itu, agar tetap aman di bawah ini, para ahli membagikan cara untuk mulai berolahraga lagi setelah positif atau penyintas Covid-19. Melansir Huffingtonpost, Senin (19/4/2021) berikut ulasannya.

1. Waktu

Olahraga

Dijelaskan oleh Keri Denay, medical director di Briarwood Family and Sports Medicine, jika seseorang menderita gejala Covid maka harus menunggu dulu sampai gejalanya bisa teratasi sebelum memulai olahraga skala ringan hingga sedang. Periode ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 14 hari.

Keri menyebutkan, berolahraga sebelum itu bisa memperburuk atau memperpanjang gejala. Jika positif Covid namun tanpa gejala, menurut studi penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Clinical and Experimental Medicine, boleh saja untuk berolahraga karena pada dasarnya olahraga dapat membantu meningkatkan sistem imun apalagi jika menyangkut penyakit infeksi pernapasan seperti Covid-19.

“Respons imun dan inflamasi terhadap Covid lebih rendah pada orang tanpa gejala dibandingkan dengan orang dengan gejala. Namun, yang terbaik adalah tetap berhati-hati dan santai saja sampai Anda benar-benar pulih atau jika Anda mengalami penundaan reaksi terhadap virus dan menunjukkan gejala lebih lambat dari biasanya,” jelas Keri.

Baca Juga : Perlukah Vaksinasi bagi Penyintas Covid-19?

Baca Juga : 5 Penampilan Luna Maya Pakai Hijab Bikin Adem, Netizen: Masya Allah Cantiknya!

2. Bagaimana cara memulai?

Olahraga

Untuk memulainya, dokter Keri menyarankan untuk memulai rutinitas olahraga dengan skala ringan dan lambat. Contohnya bisa dengan berjalan kaki, yoga, bersepeda ringan atau berenang. Jika mau olahraga jenis melatih kekuatan, disarankan untuk hanya menggunakan beban yang paling ringan.

Mulailah olahraga dengan repetisi rendah, hindari jenis olahraga AMRAP (as many rounds as possible) atau HIIT (high-intensity interval training) workouts yang repetisinya bisa dilakukan bebas dalam satu set jumlah waktu. Sebagai aturan dasar, bisa ikuti pedoman studi penelitian yang dipublikasikan di HSS Journal. Aturan modifikasi 50/30/20/10 selama rentang waktu empat minggu, yang berarti level latihan harus dikurangi setidaknya 50 persen dari kapasitas latihan normal di pekan pertama, lalu diikuti oleh 30 persen, 20 persen dan 10 persen dalam tiga pekan berikutnya.

Tetapi ingat, penting untuk mengatur kecepatan diri sendiri mengingat kita mungkin perlu menyesuaikan tergantung pada tingkat keparahan infeksi yang dialami. Jika mengalami nyeri dada atau jantung berdebar-debar, denyut jantung tinggi tidak sebanding dengan tingkat keluarnya tenaga atau pemulihan denyut jantung yang berkepanjangan, sesak napas, sulit bernapas, atau napas cepat yang tidak normal, lelah berlebihan, pembengkakan di ekstremitas atau nyeri otot, pingsan, kehilangan penglihatan dan demam maka segera berhenti berolahraga dan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mulai berolahraga lagi.

Terkait rutinitas olahraga pasca terinfeksi, dokter Keri Brian Grawe menyebutkan orang-orang yang terinfeksi Covid-19 memang nyatanya harus betul-betul memperhatikan kondisi tubuh.

“Mereka yang telah terinfeksi perlu memperhatikan tubuh mereka dan mewaspadai gejala yang sama seperti seseorang yang telah pulih sepenuhnya dari virus. Ini akan membutuhkan waktu untuk melanjutkan tingkat aktivitas sebelumnya dan meskipun otak mungkin sudah siap, tubuh mungkin bisa saja belum,” kata dokter Keri.

Tak hanya fisik, kesiapan mental pun seperti dikatakan dokter Brian Grawe, ahli bedah ortopedi bersertifikat dan asisten profesor ortopedi dan kedokteran olahraga di University of Cincinnati College of Medicine. Orang-orang yang merasa siap secara fisik mungkin belum pulih secara mental dari diagnosis Covid-19, jadi penting untuk mengenali diri sendiri tetap melibatkan bantuan medis dalam perawatan jika ada pertanyaan atau masalah.

Menjadi hal yang terpenting ialah kesabaran, karena kesabaran jadi nomor satu yang diperlukan untuk mulai berolahraga kembali dengan aman. Ini termasuk menahan keinginan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang mungkin pernah sakit dan sekarang kembali rutin berolahraga seperti sebelumnya. Sebab pada dasarnya, Covid-19 punya pengaruh berbeda-beda ke setiap orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini